Minggu, 11 Februari 2018

Faringitis



Faringitis 

Faringitis atau radang tenggorokan adalah pembengkakan yang terjadi pada bagian belakang tenggorok (faring). Hal ini biasanya disebabkan karena virus atau bakteri. Faringitis juga bisa menyebabkan gatal dan luka di tenggorokan dan sakit ketika menelan.
faringitis (radang tenggorokan)-doktersehat

Menurut American Osteopathic Association(AOA), faringitis yang disebabkan radang tenggorokan adalah salah satu alasan paling sering pasien berkunjung ke dokter. Kasus faringitis sering terjadi terutama ketika musim penghujan. Faringitis juga menjadi alasan paling sering mengapa orang izin sakit selama beberapa hari dari pekerjaannya atau dari kegiatan sekolah. Supaya faringitis dapat diobati dengan benar, penting untuk mengidentifikasi penyebabnya. Faringitis dapat disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus.
Penyebab faringitis
Ada banyak virus dan bakteri yang dapat menyebabkan faringitis meliputi:
  • virus penyebab campak
  • adenovirus, yang merupakan penyebab flu biasa
  • virus penyebab cacar air
  • croup, yang merupakan penyakit anak-anak yang sulit dibedakan dengan batuk rejan
  • batuk rejan
Virus adalah penyebab paling umum dari sakit tenggorokan. Faringitis ini paling sering disebabkan oleh infeksi virus seperti pilek, influenza, atau mononucleosis. Infeksi virus tidak merespon terhadap antibiotik, dan pengobatan hanya diperlukan untuk membantu meringankan gejala karena pada dasarnya virus itu bersifat “self limited” yaitu akan sembuh dengan sendirinya jika kekebalan tubuh kita baik.
Faringitis juga dapat disebabkan oleh infeksi bakteri meskipun tidak sesering virus. Infeksi bakteri memerlukan antibiotik. Infeksi bakteri yang paling sering adalah oleh Streptokokus Grup A. Penyebab yang jarang dari faringitis bakteri termasuk gonore, klamidia, dan Corynebacterium.
Paparan pilek dan flu dapat meningkatkan risiko untuk faringitis. Hal ini terutama berlaku bagi orang-orang yang memiliki pekerjaan dalam perawatan kesehatan seperti dokter dan perawat, atau orang-orang yang memiliki riwayat alergi, dan sinusitis. Paparan asap rokok juga dapat meningkatkan risiko faringitis.
Apakah gejala faringitis?
Gejala-gejala yang menyertai faringitis bervariasi tergantung pada kondisi yang mendasarinya.
Selain sakit tenggorokan, kering, atau gatal, flu dingin atau dapat menyebabkan:
  • bersin
  • pilek
  • sakit kepala
  • batuk
  • merasa kelelahan
  • pegal-pegal
  • menggigil
  • demam (demam ringan sampai demam tinggi)
Selain sakit tenggorokan, gejala mononukleosis meliputi:
  • kelenjar getah bening membengkak
  • kelelahan
  • demam
  • otot sakit
  • lemas
  • kehilangan selera makan
  • Kemerahan di tenggorokan
  • kesulitan menelan
  • tenggorokan merah dengan bercak putih atau abu-abu
  • menggigil
  • kehilangan selera makan
  • mual
  • rasa yang tidak biasa di mulut
Hasil gambar untuk Faringitis Hasil gambar untuk Faringitis bakteri

Read more:http://doktersehat.com/radang-tenggorokan-faringitis/#ixzz56rVvOtqT

Tonsilitis


Tonsilitis



onsilitis adalah penyakit faring yang menyebabkan radang amandel. Amandel dan adenoid adalah lini pertahanan pertama tubuh. Berada di bagian ujung tenggorokan, keduanya terdiri dari jaringan yang serupa dengan nodus limfa. Fungsinya adalah mencegah agar patogen penyebab penyakit tidak masuk ke tubuh.
Penyebab paling umum dari tonsilitis adalah infeksi virus, yang dapat ditularkan melalui udara saat seseorang bersin atau batuk. Virus ini juga dapat menyebar secara tidak langsung saat menyentuh permukaan yang terinfeksi, seperti alat tulis, tisu, atau cangkir. Tonsilitis sering ditemukan pada anak usia sekolah. Jumlah kasus biasanya meningkat pada musim gugur dan musim dingin. Jika disebabkan oleh kelompok bakteri A streptococcus, kondisi ini disebut faringitis streptokokus (strep throat). Dokter harus mengetahui penyebab tonsilitis untuk memilih pengobatan yang sesuai.
Tonsilitis jarang menjadi serius dan biasanya dapat sembuh tanpa pengobatan. Namun, pasien yang menderita tonsilitis kronis dapat dianjurkan menjalani prosedur tonsilektomi untuk menghentikan gejala secara permanen.

Penyebab Tonsilitis

Karena sering terkena patogen, amandel sangat rentan mengalami infeksi. Jika hal ini terjadi, amandel akan mengalami pembengkakan dan radang. Penyebab umum kondisi ini adalah infeksi virus, seperti:
  •  
    Adenovirus - Menginfeksi membran saluran pernapasan dan saluran kemih, mata, usu, dan sistem saraf.
  •  
    Coronavirus - Jenis virus umum yang menginfeksi tenggorokan atas, sinus, dan hidung.
  •  
    Influenza - Penyebab demam, sakit kepala, nyeri tubuh, batuk kering, nyeri tenggorokan, dan tenggorokan kering.
  •  
    Respiratory syncytial virus (RSV) - Penyebab infeksi saluran pernapasan dan paru-paru. Sangat umum pada anak-anak, namun juga ditemukan pada orang dewasa.
  •  
    Rhinovirus - Virus penyebab flu yang paling umum.
  •  
    Virus Epstein-Barr - Jenis virus dari keluarga virus herpes yang menyebabkan herpes kelamin, cacar air, dan cacar ular. Virus ini sangat umum, ditemukan pada lebih dari 50% anak usia di bawah lima tahun.

Gejala Utama Tonsilitis

Tanda dan gejala umum tonsilitis meliputi:
  •  
    Kesulitan atau nyeri saat menelan
  •  
    Sulit tidur
  •  
    Kelelahan
  •  
    Demam
  •  
    Sakit kepala
  •  
    Hilang nafsu makan
  •  
    Lesu atau tidak enak badan
  •  
    Suara parau
  •  
    Nyeri di leher dan/atau telinga
  •  
    Amandel merah dan bengkak
  •  
    Sakit tenggorokan
  •  
    Sakit perut
  •  
    Pembengkakan nodus limfa di leher
  •  
    Muntah
  •  
    Penurunan berat badan
  •  
    Bercak berisi nanah putih pada amandel
  •  
    Bau napas tidak sedap
Tergantung pada keparahan kondisi, amandel yang bengkak juga dapat mengganggu pernapasan ketika tidur. Jika infeksi menyebar ke struktur sekitar, pasien berisiko mengalami selulitis tonsil dan abses peritonsil atau penumpukan nanah di belakang amandel.
Hasil gambar untuk penyakit tonsilitis Gambar terkait

sumber :https://www.docdoc.com/id/info/condition/tonsillitis

Influenza


Influenza

Pada dasarnya penyakit flu atau influenza bukan penyakit yang istimewa. Mungkin hampir setiap orang pernah mengalami sakit flu, penyakit yang ditandai dengan demam, batuk, pilek, nyeri otot, nyeri tenggorokkan, dan sebagainya. Penyakit influenza sering terjadi secara musiman, umumnya pada musim dingin dan mencapai puncaknya pada bulan Desember sampai Maret, khususnya di negara dengan iklim subtropis. Begitu mudah penularan influenza sehingga dalam satu keluarga sudah terserang penyakit flu. Penyakit flu yang sedemikian mudah menular itu tidaklah bersifat fatal. Dalam beberapa hari saja da dengan dibantu obat penurun panas dan obat batuk serta istirahat, kita pun sembuh.
Source: Google Free Image
Source: Google Free Image
                                            Hasil gambar untuk virus influenza
Ternyata ada beberapa penyebab penyakit yang menimbulkan gejala flu, seperti virus influenza sendiri, virus parainfluenza, adenovirus, dan beberapa bakteri (misalnya Mycoplasma pneumoniae dan Streptococcus). Untuk memastikan mikroorganisme mana yang menjadi penyebab flu, dibutuhkan pemeriksaan khusus, misalnya dengan melakukan kultur virus atau bakteri.
Virus influenza digolongkan sebagai virus RNA, termasuk dalam famili Orthomyxoviridae dan terdiri atas virus influenza A, B, dan C. influenza tipe A. virus influenza tipe A dapat menginfeksi manusia, burung, kuda, dan binatang lainnya.
Penularan
Penularan virus influenza terjadi melalui udara (aerosol) dan percikan ludah (droplets). Virus influenza berada di selaput lendir hidung, tenggorokkan, dan saluran pernapasan unggas atau manusia. Penularan virus dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung, virus yang dikeluarkan saat seseorang bersin atau batuk dengan segera masuk ke tubuh orang lain melalui mata, hidung, atau mulut. Penularan secara tidak langsung terjadikarena virus yang terlempar dan tidak sempat masuk ke saluran napas orang di sekitar akan menempel di berbagai benda, seperti makanan, tombol komputer, tombol lampu, gagang pintu,dan sebagainya hingga suatu saat seseorang akan menyentuhnya dan secara tidak sadar memasukkan virus tersebut ke dalam mulutnya. Dengan kata lain, terjadi penularan melalui tangan ke mulut. Penularan virus terjadi 1-2 hari sebelum gejala timbul sampai 4-5 hari sesudahnya.
Virus influenza dapat bertahan selama 1-2 hari bila berada di permukaan plastik atau metal, dan hanya mampu bertahan hidup 15 menit bila berada di atas kertas kering, dan tidak sampai bertahan 5 menit bila berada di permukaan kulit. Namun, virus influenza dapat bertahan lama bila berada dalam keadaan beku. Virus influenza akan matu pada suhu 56oC selama paling tidak 60 menit dan pada keasaman pH < 2. pada suhu 220 C virus dapat bertahan selama 4 hari. Baik virus flu burung, flu babi, dan virus influenza lainnya pada umumnya mati bila kontak dengan deterjen, desinfektan standar, formalin, lisol, dan alkohol 70%.
Memastikan adanya virus influenza
Virus influenza dapat dideteksi di rongga mulut, hidung, dan saluran napas bawah. Virus dapat diisolasi baik melalui usapan di rongga mulut atau hidung, dahak, atau melalui darah. Virus dapat dideteksi dengan pemeriksaan cepat (rapid viral test) untuk mendeteksi struktur virus (nucleoprotein dan neuraminidase) dengan memanfaatkan teknik enzimatik atau imunologik. Teknik ini memiliki kemampuan mendeteksi virus sebesar 60-90%.
Metode lain yang dapat digunakan untuk mendeteksi virus influenza adalah pemeriksaan serologi menggunakan immunofluorescence atau teknik HI. Darah diambil 2 kali, yaitu pada saat datang berkunjung pertama dan 10-14 hari kemudian peningkatan titer lebih dari 4 kali membuktikan adanya virus influenza
Virus Influenza menjadi yang paling sering menyerang manusia
Virus flu selalu bermutasi menggantikan jenis yang lama, dan inilah alasan pentingnya mendapatkan vaksin flu setiap tahun untuk membangun kekebalan imun terhadap virus mutasi terbaru. Seperti dilansir oleh CDC kandungan dalam vaksin flu dapat berubah berdasarkan pengawasan internasional dan penelitian yang telah dilakukan oleh ilmuwan terhadap jenis flu terbaru. Sebelumnya vaksin melindungi terhadap 3 jenis flu yakni Satu jenis virus A H3N2, 1 Virus tipe A H1N1 dan satu virus tipe B. Namun saat ini kondisi berbeda dimana sudah terkandung 2 tipe A dan juga 2 tipe B.
Sumber:
http://emeliairasti.blogspot.co.id/
http://www.tipsanak.org/

Volume Pernapasan Manusia

Volume Pernapasan Manusia

pada Manusia - Volume udara pernapasan dapat diukur menggunakan respirometer. Secara garis besar, volume udara pernapasan dapat dibedakan menjadi enam sebagai berikut.

a. Volume tidal (tidal volume)

Volume tidal adalah volume udara pernapasan (inspirasi) biasa, yang besarnya lebih kurang 500 cc (cm3) atau 500 mL.

b. Volume cadangan inspirasi (inspiratory reserve volume)

Volume cadangan inspirasi atau udara komplementer adalah volume udara yang masih dapat dimasukkan secara maksimal setelah bernapas (inspirasi) biasa, yang besarnya lebih kurang 1.500 cc (cm3) atau 1.500 mL.

c. Volume cadangan ekspirasi (expiratory reserve volume)

Volume cadangan ekspirasi atau udara suplementer adalah volume udara yang masih dapat dikeluarkan secara maksimal setelah mengeluarkan napas (ekspirasi) biasa, yang besarnya lebih kurang 1.500 cc (cm3) atau 1.500 mL.

d. Volume sisa / residu (residual volume)

Volume sisa/residu adalah volume udara yang masih tersisa di dalam paru-paru setelah mengeluarkan napas (ekspirasi) maksimal, yang besarnya lebih kurang 1.000 cc (cm3) atau 1.000 mL.

e. Kapasitas vital (vital capacity)

Kapasitas vital adalah volume udara yang dapat dikeluarkan semaksimal mungkin setelah melakukan inspirasi semaksimal mungkin juga, yang besarnya lebih kurang 3.500 cc (cm3) atau 3.500 mL. Jadi : 

kapasitas vital adalah jumlah dari volume tidal + volume cadangan inspirasi + volume cadangan ekspirasi.

f. Volume total paru-paru (total lung volume)

Volume total paru-paru adalah volume udara yang dapat ditampung paru-paru semaksimal mungkin, yang besarnya lebih kurang 4.500 cc (cm3) atau 4.500 mL. Jadi : 

volume total paru-paru adalah jumlah dari volume sisa + kapasitas vital.
Secara ringkas, volume udara pernapasan pada manusia dapat dijelaskan melalui grafik pada Gambar 1. di bawah ini.
Grafik volume udara pernapasan pada manusia
Gambar 1. Grafik volume udara pernapasan pada manusia
Volume udara pernapasan setiap orang berbeda-beda. Hal ini disebabkan karena setiap orang memiliki volume paru-paru yang berbeda-beda juga. Volume paru-paru selain dipengaruhi oleh faktor genetik, juga dipengaruhi oleh latihan. Para atlet, perenang, dan orang yang berlatih yoga memiliki volume paru-paru yang lebih besar.

Demikian pula orang yang tinggal di dataran tinggi di mana kadar oksigennya rendah cenderung memiliki volume paru-paru yang lebih besar. Laki-laki pada umumnya memiliki volume paru-paru lebih besar dari wanita. Dalam keadaan normal biasa, manusia menghisap dan mengeluarkan udara pernapasan kurang lebih 500 cc. Bila setengah liter ini telah diembuskan, maka dengan mengerutkan otot perut kuat-kuat, masih dapat mengembuskan satu setengah liter udara cadangan di dalam paru-paru.

Sebaliknya, sesudah menghirup udara setengah liter, kita masih dapat menghirup kuat-kuat satu setengah liter udara lagi. Jadi, jumlah udara yang terdapat dalam sistem pernapasan yaitu antara setengah dan tiga setengah liter. Jumlah udara pernapasan sekian itu dapat dimanfaatkan secara teratur oleh para olahragawan yang terlatih. Meskipun ada 500 cc udara yang dapat kita hirup dalam keadaan biasa, tetapi hanya 350 cc yang dapat sampai di gelembung paru-paru, sedangkan yang 150 cc lainnya hanya sampai di saluran pernapasan saja.

sumber : http://www.nafiun.com/2012/12/volume-udara-pernapasan-pada-manusia.html

Frekuensi Pernapasan Manusia

Frekuensi Pernapasan Manusia
Frekuensi pernapasan pada Manusia - Gerakan pernapasan diatur oleh pusat pernapasan di otak, sedangkan aktivitas saraf pernapasan dirangsang oleh stimulus (rangsangan) dari karbon dioksida (CO2). Pada umumnya, manusia mampu bernapas antara 15–18 kali setiap menitnya. Frekuensi pernapasan dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut.

a. Umur

Bayi dan balita memiliki frekuensi bernapas lebih banyak dibanding orang dewasa. Hal itu disebabkan volume paru-paru yang relatif kecil dan sel-sel tubuh sedang berkembang sehingga membutuhkan banyak oksigen. Orang tua juga memiliki frekuensi napas lebih banyak karena kontraksi otot-otot dada dan diafragma tidak sebaik saat masih muda, sehingga udara pernapasan lebih sedikit.

b. Jenis Kelamin

Frekuensi pernapasan wanita pada umumnya lebih banyak daripada laki-laki. Hal ini disebabkan wanita pada umumnya memiliki volume paru-paru lebih kecil dari laki-laki sehingga frekuensi bernapasnya lebih banyak.

c. Suhu Tubuh

Semakin tinggi suhu tubuh, semakin cepat frekuensi pernapasannya. Hal ini berhubungan erat dengan peningkatan proses metabolisme tubuh.

d. Posisi Tubuh

Posisi tubuh sangat berpengaruh terhadap frekuensi pernapasan. Pada tubuh yang berdiri, otot-otot kaki akan berkontraksi sehingga diperlukan tenaga untuk menjaga tubuh tetap tegak berdiri. Untuk itu diperlukan banyak O2 dan diproduksi banyak CO2. Pada posisi tubuh berdiri, frekuensi pernapasannya meningkat. Pada posisi duduk atau tiduran, beban berat tubuh disangga oleh sebagian besar bagian tubuh sehingga terjadi penyebaran beban. Hal ini mengakibatkan jumlah energi yang diperlukan untuk menyangga tubuh tidak terlalu besar sehingga frekuensi pernapasannya juga rendah.

e. Kegiatan Tubuh

Orang yang banyak melakukan kegiatan memerlukan lebih banyak energi dibandingkan dengan orang yang tidak melakukan kegiatan (santai/tidur). Oleh karena itu, tubuh memerlukan lebih banyak oksigen untuk oksidasi biologi dan lebih banyak memproduksi zat sisa. Tubuh perlu meningkatkan frekuensi pernapasan agar dapat menyediakan oksigen yang lebih banyak. Frekuensi pernapasan setiap orang dapat berbeda-beda tergantung pada kondisinya.

Gerakan pernapasan diatur oleh pusat pernapasan yang ada di otak dan disebut medula oblongata. Sebaliknya, saraf pernapasan ini juga dipacu oleh kadar karbondioksida yang ada di dalam darah. Kita dapat menahan napas sementara waktu, tetapi bila kadar karbondioksida dalam darah naik maka akan timbul rangsangan untuk segera menghirup udara pernapasan dalam-dalam. Ketika darah melalui alveolus, kandungan karbon dioksidanya sama dengan di alveolus. Darah kemudian mencapai medula oblongata yang mengandung sel-sel yang sangat peka terhadap konsentrasi karbon dioksida dalam darah. Jika kandungan karbon dioksida ini naik di atas normal, medula oblongata menanggapinya dengan meningkatkan banyaknya impuls saraf dan laju impuls saraf yang mengontrol aksi otot-otot pernapasan (otot diafragma dan otot interkosta). Akibatnya ialah peningkatan pertukaran udara dalam paru-paru yang mengembalikan konsentrasi karbondioksida dalam alveolus dengan cepat dan kemudian mengembalikan konsentrasi karbon dioksida darah ke konsentrasi normal.


sumber : http://www.nafiun.com/2012/12/frekuensi-pernapasan-pada-manusia.html

Mekanisme Pernapasan Manusia

Mekanisme Pernapasan Manusia


 1. Mekanisme Pernapasan Dada 
1. Fase Inspirasi pernapasan dada
Mekanisme inspirasi pernapasan dada sebagai berikut:
Otot antar tulang rusuk (muskulus intercostalis eksternal) berkontraksi --> tulang rusuk terangkat (posisi datar) --> Paru-paru mengembang --> tekanan udara dalam paru-paru menjadi lebih kecil dibandingkan tekanan udara luar --> udara luar masuk ke paru-paru

2. Fase ekspirasi pernapasan dada 
Mekanisme ekspirasi pernapasan perut adalah sebagai berikut:
Otot antar tulang rusuk relaksasi --> tulang rusuk menurun --> paru-paru menyusut --> tekanan udara dalam paru-paru lebih besar dibandingkan dengan tekanan udara luar --> udara keluar dari paru-paru.

2. Mekanisme Pernapasan Perut 
1. Fase inspirasi pernapasan perut
Mekanisme inspirasi pernapasan perut sebagai berikut:
sekat rongga dada (diafraghma) berkontraksi --> posisi dari melengkung menjadi mendatar --> paru-paru mengembang --> tekanan udara dalam paru-paru lebih kecil dibandingkan tekanan udara luar --> udara masuk

2. Fase ekspirasi pernapasan perut 
Mekanisme ekspirasi pernapasan perut sebagai berikut:
otot diafraghma relaksasi --> posisi dari mendatar kembali melengkung --> paru-paru mengempis --> tekanan udara di paru-paru lebih besas dibandingkan tekanan udara luar --> udara keluar dari paru-paru.





sumber:http://www.pusatbiologi.com/2013/01/mekanisme-pernapasan-manusia.html

Organ Pernapasan Manusia

Organ Pernapasan Manusia

1. Hidung

biologionline.info
Hidung merupakan organ pernapasan yang paling luar. Udara dari luar akan masuk ke dalam tubuh melalui hidung. Udara dari luar tidak hanya mengandung oksigen tetapi juga mengandung gas-gas lain seperti nitrogen, belerang, dan karbondioksida.
Hidung juga dilengkapi dengan rambut-rambut hidung, indra pembau, selaput lendir dan konka. Rambut-rambut hidung berfungsi sebagai alat untuk menyaring debu-debu yang ikut masuk ke dalam hidung bersama dengan udara.
Selaput lendir berfungsi sebagai pelekat debu atau kotoran yang masuk ke hidung dan juga menjaga agar hidung tetap lembab. Indra pembau berfungsi untuk merasakan bau-bau dari ligkungan. Konka berfungsi untuk menghangatkan udara yang masuk ke dalam tubuh.

2. Faring

hadijah-arsyad.blogspot.co.id
Udara yang masuk melalui hidung selanjutnya masuk ke dalam tenggorokan melalui faring.
Faring adalah hulu kerongkongan yang merupakan percabangan dua saluran.  Yaitu antara saluran yang menghubungkan mulut-kerongkongan dan hidung-tenggorokan.
Saluran penghubung mulut dengan kerongkongan disebut saluran pencernaan atau orofaringsyang berada pada bagian belakang. Sedangkan, saluran penguhubung hidung dengan tenggorokan disebut saluran pernapasan atau nasofarings yang berada pada bagian depan.
Fungsi utama faring adalah sebagai saluran pencernaan yaitu membawa makanan masuk ke dalam kerongkongan. Faring juga berperan dalam proses masuknya udara ke dalam pita suara untuk menghasilkan suara. Faring juga menjadikan manusia mungkin untuk bernapas melalui mulut.

3. Tenggorokan

www.healthline.com
Tenggorokan adalah saluran yang menghubungkan antara hidung dengan paru-paru. Sehingga udara yang masuk melalui hidung dapat dialirkan ke dalam paru-paru.
Tenggorokan terdiri dari beberapa bagian yang dimulai dari pangkal tenggorokan (laring), batang tengorokan (trakea), cabang tenggorokan (bronkus), dan anak cabang tenggorokan (bronkiolus).

a. Pangkal Tenggorokan (Laring)

www.therespiratorysystem.com
Laring merupakan bagian atas tenggorokan yang berisi pita suara.
Pada ujung atas laring terdapat sebuah katup epiglotis. Katup epiglotis merupakan tulang rawan yang sangat tipis yang menutup pangkal tenggorok pada waktu menelan. Katup akan terbuka ketika kita berbicara atau bernapas.
Saat kita makan sambil berbicara biasanya kita akan tersedak. Tersedak ini dikarenakan katup epiglotis tidak bisa bekerja dengan baik karena bingung harus menutup atau membuka saluran pencernaan atau pernapasan.
Di bawah epiglotis terdapat tulang rawan yang membentuk jakun. Di dalam jakun terdapat pita suara (vocal cord) tempat dihasilkannya suara. Saat paru-paru mengeluarkan udara, pita suara akan bergetar dan akan terdengar sebagai suara.

b.  Batang Tenggorokan (Trakea)

biology-forums.com
Trakea adalah tabung atau pipa tempat keluar masuknya udara. Dindingnya tersusun dari cincin-cincin tulang rawan dan selaput lendir yang terdiri atas jaringan epitelium bersilia. Cincin tulang rawan menjadikan tenggorokan selalu terbuka sebagai tempat keluar dan masuknya udara.
Fungsi silia pada dinding trakea adalah untuk menyaring benda-benda asing yang masuk ke dalam saluran pernapasan. Sehingga kotoran atau debu yang masuk ke dalam tenggorokan akan didorong ke atas oleh silia dan dikeluarkan melalui mulut dengan mekanisme batuk.
Batang tenggrorokan berbentuk panjang seperti pipa dengan panjang kira-kira 10 cm yang bersifat kaku. Trakea memanjang dari leher ke rongga dada atas dengan susunan sebagian berada di leher dan sebagian di rongga dada.
Pada bagian bawah trakea bercabang menjadi dua saluran yang disebut dengan bronkus. Saluran bercabang ke sebelah kiri menuju paru-paru sebelah kiri dan bercabang ke sebelah kanan menuju paru-paru sebelah kanan.

c. Cabang Tenggorokan (Bronkus)

study.com
Bronkus adalah cabang tenggorokan yang bersambung ke bagian kiri dan kanan paru-paru
Sama seperti trakea, bronkus juga tersusun dari tulang-tulang rawan hanya saja bentuk bronkus lebih kecil jika dibandingkan dengan trakea. Susunan tulang rawan pada bronkus juga tidak teratur yaitu berselang-seling antara tulang dan otot.
Bronkus juga berfungsi sebagai penyaring udara tetapi sifatnya hanya sekedar sebagai penyaring sekunder. Jaringan epitel pada dindingnya menghasilkan lendir yang menangkap kotoran yang ikut masuk bersama udara. Dinding bronkus sama seperti trakea hanya saja dinding bronkus lebih tipis jika dibandingkan dengan trakea.
Bronkus berjumlah sepasang yang menuju ke sebelah kiri dan ke sebelah kanan. Saluran yang menuju ke sebelah kiri bentuknya lebih panjang dan sempit. Bronkus memiliki cabang-cabang yang lebih halus yang disebut dengan bronkiolus.
d. Anak Cabang Tenggorokan (Bronkiolus)
www.londoncancercentre.co.uk
Bronkiolus merupakan percabangan dari bronkus. Fungsi utama bronkiolus adalah menghubungkan bronkus dengan alveolus dan untuk mengatur banyaknya udara yang didistribusikan ke paru-paru melalui mekanisme dilatasi (melebar) dan konstriksi (menyempit)
Banyaknnya bronkiolus di dalam paru-paru akan sama dengan jumlah lobus di dalam paru-paru kiri dan kanan. Paru-paru kanan memiliki 3 lobus dan paru sebelah kiri memiliki 2 lobus. Jadi jumlah bronkiolus pada paru-paru sebelah kanan adalah 3 buah dan pada sebelah kiri jumlahnya 2 buah.
Bronkiolus bercabang menjadi saluran yang semakin halus, semakin kecil dan dindingnya semakin tipis. Berbeda dengan bronkus, dinding bronkiolus tidak tersusun dari tulang rawan lagi. Pada ujungnya terdapat banyak sekali gelembung-gelembung kecil yang biasa disebut alveolus.

4. Paru-paru (Pulmo)

cleanri.com
Paru-paru merupakan organ paling besar yang ada dalam sistem pernapasan manusia. Kalian tentu telah mengetahui dimana letak paru-paru. Paru-paru terletak di rongga dada manusi. Antara rongga dada dan rongga perut terdapat sebuah pemabatas yang disebut diafragma. Sekat ini nantinya akan berguna bagi proses memasukkan udara ke paru-paru (inspirasi) dan mengeluarkan udara dari paru-paru (ekspirasi).
Didalamnya terdapat organ pernapasan lainnya, seperti bronkiolus, alveolus dan pembuluh darah. Ukuran paru-paru sebelah kana lebih besar jika dibandingkan paru-paru sebelah kiri. Hal ini dikarenakan paru-paru kanan mempunyai 3 lobus dan sebelah kiri mempunyai 2 lobus.
Paru-paru dibungkus oleh sebuah dua selaput tipis yang biasa disebut pleura. Lapisan luar pleura melekat pada rongga dada dan pleura bagian dalam melapisi paru-paru untuk menggabungkan organ-organ didalam paru-paru. Di antara kedua lapisan tersebut terdapat cairan limfa yang akan berfungsi melindungi paru-paru dari gesekan ketika mengambang dan mengempis.
Jaringan penyusun paru-paru bersifat elastis dan memiliki rongga-rongga.

5. Alveolus

sutikah.files.wordpress.com
Pada ujung bronkus terdapat gelembung-gelembung kecil berisi udara yang disebut alveolus (jamak: alveoli). Pada gelembung-gelembung ini terjadi proses pertukaran gas oksigen dengan gas sisa metebolisme (karbondioksida) melalui dinding alveolus. Dinding alveolus dilapisi oleh sel-sel tipis yang banyak mengandung pembuluh darah kapiler.
Pertukaran gas terjadi dengan mekanisme difusi (perpindahan suatu zat melalui sebuah selaput atau dinding). Oksigen yang berada dalam alveolus akan diserap oleh pembuluh kapiler dan ditukar dengan gas karbondioksida. Gas sisa tersebut akan di keluarkan dari dalam tubuh melalui hidung.
Di dalam darah oksigen akan diikat oleh hemoglobin dan selanjutnya akan dialirkan ke seluruh tubuh. Oksigen akan digunakan dalam proses oksidasi zat makanan yang akan menghasilkan gas sisa berupa karbondioksida. Darah yang banyak mengandung karbondioksida akan dialirkan kembali ke paru-paru untuk ditukar dengan oksigen.





 sumber : https://informazone.com/organ-organ-pernapasan-pada-manusia-beserta-fungsinya/