Tampilkan postingan dengan label IPA VIII. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPA VIII. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Kanker paru-paru


Kanker paru-paru

anker paru-paru adalah suatu kondisi dimana sel-sel tumbuh secara tidak terkendali di dalam paru-paru (organ yang berfungsi untuk menyebarkan oksigen ke dalam darah saat menghirup napas dan membuang karbondioksida saat menghela napas). Kanker paru-paru merupakan salah satu jenis kanker yang paling umum terjadi.
Meskipun begitu, kanker paru-paru termasuk salah satu jenis kanker yang paling bisa dicegah. Kondisi ini kebanyakan diderita oleh para perokok aktif dan pasif. Pada tahap awal, tidak ada tanda atau gejala kanker paru-paru yang jelas. Tapi kemudian gejala seperti batuk secara berkelanjutan hingga mengalami batuk darah, selalu merasa kehabisan napas, kelelahan tanpa alasan,dan penurunan berat badan akan muncul.


Kanker Paru-paru-Alodokter

Penderita Kanker Paru-paru di Indonesia

Berdasarkan data WHO, kanker paru-paru adalah salah satu jenis kanker yang paling sering menyerang laki-laki Indonesia. Berdasarkan data Globocan atau International Agency for Research on Cancer (IARC) pada tahun 2012, di Indonesia terdapat 25.322 kasus kanker paru-paru yang menimpa pria dan 9.374 kasus yang menimpa wanita.
Hasil penelitian pada 100 Rumah Sakit di Jakarta menunjukkan bahwa kanker paru merupakan kasus kanker terbanyak pada laki-laki, dan nomor empat terbanyak pada wanita. Angka kejadian kanker paru cukup rendah pada usia di bawah 40 tahun, dan semakin meningkat hingga usia 70 tahun.

Jenis Kanker Paru-paru yang Ada

Terdapat dua jenis kanker paru-paru primer berdasarkan jenis selnya, yaitu kanker paru-paru sel kecil (small-cell lung cancer/SCLC) dan kanker paru-paru non-sel kecil (non-small-cell lung cancer/NSCLC). Kanker paru-paru non-sel kecil berpeluang empat kali lebih sering terjadi dibandingkan dengan kanker paru-paru sel kecil.
Kanker paru-paru sel kecil (SCLC) biasanya hanya menimpa para perokok berat dan penyebarannya lebih cepat dibandingkan dengan kanker paru-paru non-sel kecil (NSCLC).

Orang Yang Berisiko Terkena Kanker Paru-paru

Merokok bisa dikatakan sebagai penyebab utama kanker paru-paru. Orang yang paling berisiko terkena kanker paru-paru adalah perokok aktif. Sekitar 85 persen kanker paru-paru dikaitkan dengan kebiasaan merokok. Meski begitu, bukan berarti setiap perokok akan terkena kanker paru-paru. Selain itu, orang yang tidak merokok juga berkemungkinan terserang kanker paru-paru, meski lebih rendah jumlahnya.
Selain rokok, beberapa penyebab kanker paru-paru lain adalah menghirup arsenik, radiasi, dan polusi udara. Kanker paru-paru juga lebih umum terjadi pada orang yang sudah lanjut usia.

Pengobatan Pada Kanker Paru-paru

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi metode pengobatan dan penanganan yang dilakukan untuk mengatasi kanker paru-paru yaitu:
  • Seberapa parah penyebaran kanker.
  • Kondisi kesehatan pasien.
  • Jenis kanker yang diderita.
Operasi pengangkatan kanker bisa dilakukan jika sel kanker belum menyebar secara luas ke bagian tubuh yang lainnya. Jika kondisi kesehatan tidak memungkinkan untuk dilakukan operasi pengangkatan, cara penanganan yang lainnya bisa diterapkan. Proses penghancuran sel kanker dengan cara radioterapi bisa dijalankan.
Kanker paru-paru umumnya tidak menimbulkan gejala sebelum sel-sel kanker tersebut menyebar ke bagian besar paru-paru atau ke bagian tubuh lainnya. Kesembuhan tergantung kepada penyebaran kanker dan kapan diagnosis kanker diketahui. Makin awal diagnosis yang dilakukan, kemungkinan pengobatan untuk berhasil juga menjadi lebih tinggi.
Berikut ini adalah gejala-gejala utama yang akan dialami penderita kanker paru-paru, di antaranya:
  • Batuk yang berkelanjutan dan bertambah parah, hingga akhirnya mengalami batuk darah.
  • Mengalami sesak napas dan rasa nyeri di dada.
  • Mengalami kelelahan tanpa alasan.
  • Pembengkakan pada muka atau leher.
  • Sakit kepala.
  • Sakit pada tulang, bisa pada bahu, lengan atau tangan.
  • Berat tubuh menurun.
  • Kehilangan selera makan.
  • Suara menjadi serak.
  • Kesulitan menelan atau sakit saat menelan sesuatu.
  • Perubahan pada bentuk jari, yaitu ujung jari menjadi cembung.
sumber:http://www.alodokter.com/kanker-paru-paru/gejala

Asma


Asma

apa itu asma?

Asma adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh peradangan dalam saluran pernapasan. Peradangan ini membuat saluran pernapasan bengkak dan sangat sensitif. Akibatnya, saluran pernapasan menyempit, menyebabkan kurangnya udara yang mengalir ke paru-paru. 

Sel di saluran pernapasan juga mungkin membuat lebih banyak lendir dari biasanya. Lendir ini selanjutnya dapat makin mempersempit saluran pernapasan.
Ada lima jenis umum dari asma, termasuk:
  • Exercise-induced asthma
  • Asma nocturnal (malam hari)
  • Occupational asthma
  • Cough-variant asthma
  • Asma alergi

Kenapa asma tidak boleh dianggap sepele?

Menurut WHO,
  • Asma adalah salah satu penyakit tidak menular yang paling utama. Ini adalah penyakit kronis pada saluran pernapasan dari paru-paru yang meradang dan membuatnya menyempit.
  • Sekitar 235 juta orang saat ini menderita asma. Ini adalah penyakit umum di antara anak-anak.
  • Asma memiliki tingkat kematian yang relatif rendah dibandingkan dengan penyakit kronis lainnya tetapi kebanyakan kematian terkait asma terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah termasuk Indonesia.
  • Obat tidak bisa mengobati, tetapi hanya mengontrol asma.

Penyebab dan Faktor Risiko

Apa penyebab asma?

Penyebab pasti dari penyakit asma belum diketahui. Para peneliti berpikir beberapa interaksi faktor genetik dan lingkungan bisa menyebabkan asma, paling sering terjadi pada awal kehidupan. Faktor-faktor ini meliputi:
  • Kecenderungan untuk mengembangkan alergi, yang disebut atopi (AT-o-pe)
  • Orangtua yang memiliki asma
  • Infeksi saluran pernapasan tertentu selama masa kanak-kanak (ISPA)
  • Kontak dengan beberapa alergen udara atau paparan ke beberapa infeksi virus pada masa bayi atau pada anak-anak usia dini ketika sistem kekebalan tubuh berkembang
Jika asma atau atopi terdapat dalam keluarga Anda, paparan iritan (misalnya, asap rokok) dapat membuat saluran pernapasan Anda lebih reaktif terhadap zat di udara. Serangan asma dapat terjadi ketika Anda terpapar “pemicu asma.” Pemicu Anda bisa berbeda dengan penderita asma lainnya. Pemicu mungkin termasuk:
  • Alergen dari debu, bulu binatang, kecoa, jamur, dan serbuk sari dari pohon, rumput, dan bunga
  • Iritan seperti asap rokok, polusi udara, bahan kimia atau debu di tempat kerja, senyawa dalam produk dekorasi rumah, dan semprotan (seperti hairspray)
  • Obat-obatan seperti aspirin atau obat anti-inflamasi nonsteroid lain dan nonselektif beta-blocker
  • Sulfit dalam makanan dan minuman
  • Infeksi virus pernapasan bagian atas, seperti pilek
  • Aktivitas fisik, termasuk olahraga

Siapa yang berisiko terkena asma?

Menurut WHO, asma adalah penyakit umum di antara anak-anak. Sebenarnya asma mempengaruhi orang-orang dari segala usia, tetapi paling sering dimulai pada masa kanak-kanak karena:
  • Memiliki infeksi pernapasan (risiko tertinggi)
  • Memiliki alergi, eksim (kondisi alergi pada kulit)
  • Orangtua memiliki asma
Di antara anak-anak, anak laki-laki memiliki kecenderungan terkena asma lebih sering dibandingkan anak perempuan. Tapi di antara orang dewasa, wanita lebih sering terkena penyakit ini dibanding pria. Tidak jelas bagaimana seks dan hormon seks memainkan peran dalam menyebabkan asma.
Beberapa orang yang terkena kontak dengan iritasi kimia tertentu atau debu industri di tempat kerja memiliki risiko tinggi asma. Jenis asma ini disebut occupational asthma.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja ciri dan gejala asma?

Ciri-ciri dan gejala asma adalah:
  • Batuk. Batuk asma sering lebih buruk pada malam hari atau pagi, sehingga sulit untuk tidur.
  • Mengi. Mengi adalah suara siulan yang melengking yang muncul ketika Anda bernapas.
  • Dada sesak. Ini mungkin terasa seperti ada sesuatu menekan dada Anda.
  • Sesak napas. Beberapa orang yang memiliki asma mengatakan mereka tidak bisa bernapas atau mereka merasa kehabisan napas. Anda mungkin merasa seperti Anda tidak bisa menghembuskan udara dari paru-paru Anda.

Minggu, 11 Februari 2018

Tuberculosis TBC



Tuberculosis TBC
Tuberkulosis (TB) yang juga dikenal dengan singkatan TBC, adalah penyakit menular paru-paru yang disebabkan oleh basil Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini ditularkan dari penderita TB aktif yang batuk dan mengeluarkan titik-titik kecil air liur dan terinhalasi oleh orang sehat yang tidak memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit ini.
TB termasuk dalam 10 besar penyakit yang menyebabkan kematian di dunia. Data WHO menunjukkan bahwa pada tahun 2015, Indonesia termasuk dalam 6 besar negara dengan kasus baru TB terbanyak.
alodokter-tuberkulosis2
Gejala dan Jenis Tuberkulosis
TB paling sering menyerang paru-paru dengan gejala klasik berupa batuk, berat badan turun, tidak nafsu makan, demam, keringat di malam hari, batuk berdarah, nyeri dada, dan lemah. Jenis batuk juga bisa berdahak yang berlangsung selama lebih dari 21 hari.
Saat tubuh kita sehat, sistem kekebalan tubuh dapat memberantas basil TB yang masuk ke dalam tubuh. Tapi, sistem kekebalan tubuh juga terkadang bisa gagal melindungi kita.
Basil TB yang gagal diberantas sepenuhnya bisa bersifat tidak aktif untuk beberapa waktu sebelum kemudian menyebabkan gejala-gejala TB. Kondisi ini dikenal sebagai tuberkulosis laten. Sementara basil TB yang sudah berkembang, merusak jaringan paru-paru, dan menimbulkan gejala dikenal dengan istilah tuberkulosis aktif.
Penyebab dan Faktor Risiko Tuberkulosis
Penyebab tuberkulosis adalah Mycobacterium tuberculosis. Basil tersebut menyebar di udara melalui semburan titik-titik air liur dari batuk pengidap TB aktif.
Terdapat sejumlah orang yang memiliki risiko penularan TB yang lebih tinggi. Kelompok-kelompok tersebut meliputi:
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti pengidap HIV/AIDS, diabetes, atau orang yang sedang menjalani kemoterapi.
  • Orang yang mengalami malnutrisi atau kekurangan gizi.
  • Perokok.
  • Pecandu narkoba.
  • Orang yang sering berhubungan dengan pengidap TB aktif, misalnya petugas medis atau keluarga pengidap.
sumber :http://www.alodokter.com/tuberkulosis

Pneumonia


Pneumonia

Ditinjau dari definisi, Pneumonia adalah infeksi atau peradangan pada salah satu atau kedua paru-paru, lebih tepatnya peradangan itu terjadi pada kantung udara (alveolus, jamak: alveoli). Kantung udara akan terisi cairan atau nanah, sehingga menyebabkan sesak nafas, batuk berdahak, demam, menggigil, dan kesulitan bernapas. Infeksi tersebut disebabkan oleh berbagai organisme, termasuk bakteri, virus dan jamur. Ilustrasi pneumonia atau paru-paru basah Gejala Pneumonia Tanda-tanda dan gejala pneumonia bervariasi mulai dari yang ringan hingga yang berat, tergantung pada faktor-faktor seperti jenis kuman penyebab, usia penderita dan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Tanda-tanda dan gejala pneumonia yang ringan sering kali mirip dengan flu atau common cold (sakit demam, batuk-pilek), namun tak kunjung sembuh atau bertahan lama. Ciri-ciri dan gejala pneumonia antara lain: Demam, berkeringat dan menggigil Suhu tubuh lebih rendah dari normal pada orang di atas usia 65 tahun, dan pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah Batuk berdahak tebal dan kentel (lengket) Nyeri dada saat bernapas dalam atau ketika batuk Sesak napas (nafas cepat) Kelelahan dan nyeri otot Mual, muntah atau diare Sakit kepala Penyebab pneumonia Ada banyak kemungkinan penyebab pneumonia, yang paling sering adalah karena infeksi bakteri dan virus dari udara yang kita hirup. Klasifikasi Pneumonia didasarkan pada jenis kuman penyebabnya itu, dan di mana seseorang mendapatkannya. Berikut penyebab pneumonia beserta klasifikasinya:
Community-acquired pneumonia Pneumonia komunitas ini adalah jenis pneumonia yang terbanyak. Terjadi di tengah-tengah masyarakat artinya di luar rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya, jenis pneumonia ini disebabkan oleh: Virus, termasuk beberapa jenis virus yang juga menyebabkan pilek dan flu. Virus adalah penyebab pneumonia pada anak yang paling sering terjadi yakni di bawah usia 2 tahun. Viral pneumonia biasanya ringan. Akan tetapi radang paru-paru yang disebabkan oleh virus influenza tertentu dapat menyebabkan sindrom pernafasan akut (SARS), bisa menjadi sangat serius. Bakteri, seperti Streptococcus pneumoniae dapat terjadi dengan sendirinya (secara langsung) atau setelah mengalami flu atau batuk pilek sebagai komplikasinya. Bakteri lain, seperti Mycoplasma pneumoniae, biasanya menimbulkan gejala pneumonia yang lebih ringan dibanding jenis lainnya. Jamur, biasanya dapat ditemukan di tanah dan kotoran burung. Ini merupakan Jenis pneumonia yang paling sering terjadi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah seperti HIV-AIDS dan pada orang yang telah menghirup organisme penyebab dalam jumlah yaang besar.

Hasil gambar untuk pneumonia adalah

Faringitis



Faringitis 

Faringitis atau radang tenggorokan adalah pembengkakan yang terjadi pada bagian belakang tenggorok (faring). Hal ini biasanya disebabkan karena virus atau bakteri. Faringitis juga bisa menyebabkan gatal dan luka di tenggorokan dan sakit ketika menelan.
faringitis (radang tenggorokan)-doktersehat

Menurut American Osteopathic Association(AOA), faringitis yang disebabkan radang tenggorokan adalah salah satu alasan paling sering pasien berkunjung ke dokter. Kasus faringitis sering terjadi terutama ketika musim penghujan. Faringitis juga menjadi alasan paling sering mengapa orang izin sakit selama beberapa hari dari pekerjaannya atau dari kegiatan sekolah. Supaya faringitis dapat diobati dengan benar, penting untuk mengidentifikasi penyebabnya. Faringitis dapat disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus.
Penyebab faringitis
Ada banyak virus dan bakteri yang dapat menyebabkan faringitis meliputi:
  • virus penyebab campak
  • adenovirus, yang merupakan penyebab flu biasa
  • virus penyebab cacar air
  • croup, yang merupakan penyakit anak-anak yang sulit dibedakan dengan batuk rejan
  • batuk rejan
Virus adalah penyebab paling umum dari sakit tenggorokan. Faringitis ini paling sering disebabkan oleh infeksi virus seperti pilek, influenza, atau mononucleosis. Infeksi virus tidak merespon terhadap antibiotik, dan pengobatan hanya diperlukan untuk membantu meringankan gejala karena pada dasarnya virus itu bersifat “self limited” yaitu akan sembuh dengan sendirinya jika kekebalan tubuh kita baik.
Faringitis juga dapat disebabkan oleh infeksi bakteri meskipun tidak sesering virus. Infeksi bakteri memerlukan antibiotik. Infeksi bakteri yang paling sering adalah oleh Streptokokus Grup A. Penyebab yang jarang dari faringitis bakteri termasuk gonore, klamidia, dan Corynebacterium.
Paparan pilek dan flu dapat meningkatkan risiko untuk faringitis. Hal ini terutama berlaku bagi orang-orang yang memiliki pekerjaan dalam perawatan kesehatan seperti dokter dan perawat, atau orang-orang yang memiliki riwayat alergi, dan sinusitis. Paparan asap rokok juga dapat meningkatkan risiko faringitis.
Apakah gejala faringitis?
Gejala-gejala yang menyertai faringitis bervariasi tergantung pada kondisi yang mendasarinya.
Selain sakit tenggorokan, kering, atau gatal, flu dingin atau dapat menyebabkan:
  • bersin
  • pilek
  • sakit kepala
  • batuk
  • merasa kelelahan
  • pegal-pegal
  • menggigil
  • demam (demam ringan sampai demam tinggi)
Selain sakit tenggorokan, gejala mononukleosis meliputi:
  • kelenjar getah bening membengkak
  • kelelahan
  • demam
  • otot sakit
  • lemas
  • kehilangan selera makan
  • Kemerahan di tenggorokan
  • kesulitan menelan
  • tenggorokan merah dengan bercak putih atau abu-abu
  • menggigil
  • kehilangan selera makan
  • mual
  • rasa yang tidak biasa di mulut
Hasil gambar untuk Faringitis Hasil gambar untuk Faringitis bakteri

Read more:http://doktersehat.com/radang-tenggorokan-faringitis/#ixzz56rVvOtqT

Tonsilitis


Tonsilitis



onsilitis adalah penyakit faring yang menyebabkan radang amandel. Amandel dan adenoid adalah lini pertahanan pertama tubuh. Berada di bagian ujung tenggorokan, keduanya terdiri dari jaringan yang serupa dengan nodus limfa. Fungsinya adalah mencegah agar patogen penyebab penyakit tidak masuk ke tubuh.
Penyebab paling umum dari tonsilitis adalah infeksi virus, yang dapat ditularkan melalui udara saat seseorang bersin atau batuk. Virus ini juga dapat menyebar secara tidak langsung saat menyentuh permukaan yang terinfeksi, seperti alat tulis, tisu, atau cangkir. Tonsilitis sering ditemukan pada anak usia sekolah. Jumlah kasus biasanya meningkat pada musim gugur dan musim dingin. Jika disebabkan oleh kelompok bakteri A streptococcus, kondisi ini disebut faringitis streptokokus (strep throat). Dokter harus mengetahui penyebab tonsilitis untuk memilih pengobatan yang sesuai.
Tonsilitis jarang menjadi serius dan biasanya dapat sembuh tanpa pengobatan. Namun, pasien yang menderita tonsilitis kronis dapat dianjurkan menjalani prosedur tonsilektomi untuk menghentikan gejala secara permanen.

Penyebab Tonsilitis

Karena sering terkena patogen, amandel sangat rentan mengalami infeksi. Jika hal ini terjadi, amandel akan mengalami pembengkakan dan radang. Penyebab umum kondisi ini adalah infeksi virus, seperti:
  •  
    Adenovirus - Menginfeksi membran saluran pernapasan dan saluran kemih, mata, usu, dan sistem saraf.
  •  
    Coronavirus - Jenis virus umum yang menginfeksi tenggorokan atas, sinus, dan hidung.
  •  
    Influenza - Penyebab demam, sakit kepala, nyeri tubuh, batuk kering, nyeri tenggorokan, dan tenggorokan kering.
  •  
    Respiratory syncytial virus (RSV) - Penyebab infeksi saluran pernapasan dan paru-paru. Sangat umum pada anak-anak, namun juga ditemukan pada orang dewasa.
  •  
    Rhinovirus - Virus penyebab flu yang paling umum.
  •  
    Virus Epstein-Barr - Jenis virus dari keluarga virus herpes yang menyebabkan herpes kelamin, cacar air, dan cacar ular. Virus ini sangat umum, ditemukan pada lebih dari 50% anak usia di bawah lima tahun.

Gejala Utama Tonsilitis

Tanda dan gejala umum tonsilitis meliputi:
  •  
    Kesulitan atau nyeri saat menelan
  •  
    Sulit tidur
  •  
    Kelelahan
  •  
    Demam
  •  
    Sakit kepala
  •  
    Hilang nafsu makan
  •  
    Lesu atau tidak enak badan
  •  
    Suara parau
  •  
    Nyeri di leher dan/atau telinga
  •  
    Amandel merah dan bengkak
  •  
    Sakit tenggorokan
  •  
    Sakit perut
  •  
    Pembengkakan nodus limfa di leher
  •  
    Muntah
  •  
    Penurunan berat badan
  •  
    Bercak berisi nanah putih pada amandel
  •  
    Bau napas tidak sedap
Tergantung pada keparahan kondisi, amandel yang bengkak juga dapat mengganggu pernapasan ketika tidur. Jika infeksi menyebar ke struktur sekitar, pasien berisiko mengalami selulitis tonsil dan abses peritonsil atau penumpukan nanah di belakang amandel.
Hasil gambar untuk penyakit tonsilitis Gambar terkait

sumber :https://www.docdoc.com/id/info/condition/tonsillitis

Influenza


Influenza

Pada dasarnya penyakit flu atau influenza bukan penyakit yang istimewa. Mungkin hampir setiap orang pernah mengalami sakit flu, penyakit yang ditandai dengan demam, batuk, pilek, nyeri otot, nyeri tenggorokkan, dan sebagainya. Penyakit influenza sering terjadi secara musiman, umumnya pada musim dingin dan mencapai puncaknya pada bulan Desember sampai Maret, khususnya di negara dengan iklim subtropis. Begitu mudah penularan influenza sehingga dalam satu keluarga sudah terserang penyakit flu. Penyakit flu yang sedemikian mudah menular itu tidaklah bersifat fatal. Dalam beberapa hari saja da dengan dibantu obat penurun panas dan obat batuk serta istirahat, kita pun sembuh.
Source: Google Free Image
Source: Google Free Image
                                            Hasil gambar untuk virus influenza
Ternyata ada beberapa penyebab penyakit yang menimbulkan gejala flu, seperti virus influenza sendiri, virus parainfluenza, adenovirus, dan beberapa bakteri (misalnya Mycoplasma pneumoniae dan Streptococcus). Untuk memastikan mikroorganisme mana yang menjadi penyebab flu, dibutuhkan pemeriksaan khusus, misalnya dengan melakukan kultur virus atau bakteri.
Virus influenza digolongkan sebagai virus RNA, termasuk dalam famili Orthomyxoviridae dan terdiri atas virus influenza A, B, dan C. influenza tipe A. virus influenza tipe A dapat menginfeksi manusia, burung, kuda, dan binatang lainnya.
Penularan
Penularan virus influenza terjadi melalui udara (aerosol) dan percikan ludah (droplets). Virus influenza berada di selaput lendir hidung, tenggorokkan, dan saluran pernapasan unggas atau manusia. Penularan virus dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung, virus yang dikeluarkan saat seseorang bersin atau batuk dengan segera masuk ke tubuh orang lain melalui mata, hidung, atau mulut. Penularan secara tidak langsung terjadikarena virus yang terlempar dan tidak sempat masuk ke saluran napas orang di sekitar akan menempel di berbagai benda, seperti makanan, tombol komputer, tombol lampu, gagang pintu,dan sebagainya hingga suatu saat seseorang akan menyentuhnya dan secara tidak sadar memasukkan virus tersebut ke dalam mulutnya. Dengan kata lain, terjadi penularan melalui tangan ke mulut. Penularan virus terjadi 1-2 hari sebelum gejala timbul sampai 4-5 hari sesudahnya.
Virus influenza dapat bertahan selama 1-2 hari bila berada di permukaan plastik atau metal, dan hanya mampu bertahan hidup 15 menit bila berada di atas kertas kering, dan tidak sampai bertahan 5 menit bila berada di permukaan kulit. Namun, virus influenza dapat bertahan lama bila berada dalam keadaan beku. Virus influenza akan matu pada suhu 56oC selama paling tidak 60 menit dan pada keasaman pH < 2. pada suhu 220 C virus dapat bertahan selama 4 hari. Baik virus flu burung, flu babi, dan virus influenza lainnya pada umumnya mati bila kontak dengan deterjen, desinfektan standar, formalin, lisol, dan alkohol 70%.
Memastikan adanya virus influenza
Virus influenza dapat dideteksi di rongga mulut, hidung, dan saluran napas bawah. Virus dapat diisolasi baik melalui usapan di rongga mulut atau hidung, dahak, atau melalui darah. Virus dapat dideteksi dengan pemeriksaan cepat (rapid viral test) untuk mendeteksi struktur virus (nucleoprotein dan neuraminidase) dengan memanfaatkan teknik enzimatik atau imunologik. Teknik ini memiliki kemampuan mendeteksi virus sebesar 60-90%.
Metode lain yang dapat digunakan untuk mendeteksi virus influenza adalah pemeriksaan serologi menggunakan immunofluorescence atau teknik HI. Darah diambil 2 kali, yaitu pada saat datang berkunjung pertama dan 10-14 hari kemudian peningkatan titer lebih dari 4 kali membuktikan adanya virus influenza
Virus Influenza menjadi yang paling sering menyerang manusia
Virus flu selalu bermutasi menggantikan jenis yang lama, dan inilah alasan pentingnya mendapatkan vaksin flu setiap tahun untuk membangun kekebalan imun terhadap virus mutasi terbaru. Seperti dilansir oleh CDC kandungan dalam vaksin flu dapat berubah berdasarkan pengawasan internasional dan penelitian yang telah dilakukan oleh ilmuwan terhadap jenis flu terbaru. Sebelumnya vaksin melindungi terhadap 3 jenis flu yakni Satu jenis virus A H3N2, 1 Virus tipe A H1N1 dan satu virus tipe B. Namun saat ini kondisi berbeda dimana sudah terkandung 2 tipe A dan juga 2 tipe B.
Sumber:
http://emeliairasti.blogspot.co.id/
http://www.tipsanak.org/

Volume Pernapasan Manusia

Volume Pernapasan Manusia

pada Manusia - Volume udara pernapasan dapat diukur menggunakan respirometer. Secara garis besar, volume udara pernapasan dapat dibedakan menjadi enam sebagai berikut.

a. Volume tidal (tidal volume)

Volume tidal adalah volume udara pernapasan (inspirasi) biasa, yang besarnya lebih kurang 500 cc (cm3) atau 500 mL.

b. Volume cadangan inspirasi (inspiratory reserve volume)

Volume cadangan inspirasi atau udara komplementer adalah volume udara yang masih dapat dimasukkan secara maksimal setelah bernapas (inspirasi) biasa, yang besarnya lebih kurang 1.500 cc (cm3) atau 1.500 mL.

c. Volume cadangan ekspirasi (expiratory reserve volume)

Volume cadangan ekspirasi atau udara suplementer adalah volume udara yang masih dapat dikeluarkan secara maksimal setelah mengeluarkan napas (ekspirasi) biasa, yang besarnya lebih kurang 1.500 cc (cm3) atau 1.500 mL.

d. Volume sisa / residu (residual volume)

Volume sisa/residu adalah volume udara yang masih tersisa di dalam paru-paru setelah mengeluarkan napas (ekspirasi) maksimal, yang besarnya lebih kurang 1.000 cc (cm3) atau 1.000 mL.

e. Kapasitas vital (vital capacity)

Kapasitas vital adalah volume udara yang dapat dikeluarkan semaksimal mungkin setelah melakukan inspirasi semaksimal mungkin juga, yang besarnya lebih kurang 3.500 cc (cm3) atau 3.500 mL. Jadi : 

kapasitas vital adalah jumlah dari volume tidal + volume cadangan inspirasi + volume cadangan ekspirasi.

f. Volume total paru-paru (total lung volume)

Volume total paru-paru adalah volume udara yang dapat ditampung paru-paru semaksimal mungkin, yang besarnya lebih kurang 4.500 cc (cm3) atau 4.500 mL. Jadi : 

volume total paru-paru adalah jumlah dari volume sisa + kapasitas vital.
Secara ringkas, volume udara pernapasan pada manusia dapat dijelaskan melalui grafik pada Gambar 1. di bawah ini.
Grafik volume udara pernapasan pada manusia
Gambar 1. Grafik volume udara pernapasan pada manusia
Volume udara pernapasan setiap orang berbeda-beda. Hal ini disebabkan karena setiap orang memiliki volume paru-paru yang berbeda-beda juga. Volume paru-paru selain dipengaruhi oleh faktor genetik, juga dipengaruhi oleh latihan. Para atlet, perenang, dan orang yang berlatih yoga memiliki volume paru-paru yang lebih besar.

Demikian pula orang yang tinggal di dataran tinggi di mana kadar oksigennya rendah cenderung memiliki volume paru-paru yang lebih besar. Laki-laki pada umumnya memiliki volume paru-paru lebih besar dari wanita. Dalam keadaan normal biasa, manusia menghisap dan mengeluarkan udara pernapasan kurang lebih 500 cc. Bila setengah liter ini telah diembuskan, maka dengan mengerutkan otot perut kuat-kuat, masih dapat mengembuskan satu setengah liter udara cadangan di dalam paru-paru.

Sebaliknya, sesudah menghirup udara setengah liter, kita masih dapat menghirup kuat-kuat satu setengah liter udara lagi. Jadi, jumlah udara yang terdapat dalam sistem pernapasan yaitu antara setengah dan tiga setengah liter. Jumlah udara pernapasan sekian itu dapat dimanfaatkan secara teratur oleh para olahragawan yang terlatih. Meskipun ada 500 cc udara yang dapat kita hirup dalam keadaan biasa, tetapi hanya 350 cc yang dapat sampai di gelembung paru-paru, sedangkan yang 150 cc lainnya hanya sampai di saluran pernapasan saja.

sumber : http://www.nafiun.com/2012/12/volume-udara-pernapasan-pada-manusia.html

Frekuensi Pernapasan Manusia

Frekuensi Pernapasan Manusia
Frekuensi pernapasan pada Manusia - Gerakan pernapasan diatur oleh pusat pernapasan di otak, sedangkan aktivitas saraf pernapasan dirangsang oleh stimulus (rangsangan) dari karbon dioksida (CO2). Pada umumnya, manusia mampu bernapas antara 15–18 kali setiap menitnya. Frekuensi pernapasan dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut.

a. Umur

Bayi dan balita memiliki frekuensi bernapas lebih banyak dibanding orang dewasa. Hal itu disebabkan volume paru-paru yang relatif kecil dan sel-sel tubuh sedang berkembang sehingga membutuhkan banyak oksigen. Orang tua juga memiliki frekuensi napas lebih banyak karena kontraksi otot-otot dada dan diafragma tidak sebaik saat masih muda, sehingga udara pernapasan lebih sedikit.

b. Jenis Kelamin

Frekuensi pernapasan wanita pada umumnya lebih banyak daripada laki-laki. Hal ini disebabkan wanita pada umumnya memiliki volume paru-paru lebih kecil dari laki-laki sehingga frekuensi bernapasnya lebih banyak.

c. Suhu Tubuh

Semakin tinggi suhu tubuh, semakin cepat frekuensi pernapasannya. Hal ini berhubungan erat dengan peningkatan proses metabolisme tubuh.

d. Posisi Tubuh

Posisi tubuh sangat berpengaruh terhadap frekuensi pernapasan. Pada tubuh yang berdiri, otot-otot kaki akan berkontraksi sehingga diperlukan tenaga untuk menjaga tubuh tetap tegak berdiri. Untuk itu diperlukan banyak O2 dan diproduksi banyak CO2. Pada posisi tubuh berdiri, frekuensi pernapasannya meningkat. Pada posisi duduk atau tiduran, beban berat tubuh disangga oleh sebagian besar bagian tubuh sehingga terjadi penyebaran beban. Hal ini mengakibatkan jumlah energi yang diperlukan untuk menyangga tubuh tidak terlalu besar sehingga frekuensi pernapasannya juga rendah.

e. Kegiatan Tubuh

Orang yang banyak melakukan kegiatan memerlukan lebih banyak energi dibandingkan dengan orang yang tidak melakukan kegiatan (santai/tidur). Oleh karena itu, tubuh memerlukan lebih banyak oksigen untuk oksidasi biologi dan lebih banyak memproduksi zat sisa. Tubuh perlu meningkatkan frekuensi pernapasan agar dapat menyediakan oksigen yang lebih banyak. Frekuensi pernapasan setiap orang dapat berbeda-beda tergantung pada kondisinya.

Gerakan pernapasan diatur oleh pusat pernapasan yang ada di otak dan disebut medula oblongata. Sebaliknya, saraf pernapasan ini juga dipacu oleh kadar karbondioksida yang ada di dalam darah. Kita dapat menahan napas sementara waktu, tetapi bila kadar karbondioksida dalam darah naik maka akan timbul rangsangan untuk segera menghirup udara pernapasan dalam-dalam. Ketika darah melalui alveolus, kandungan karbon dioksidanya sama dengan di alveolus. Darah kemudian mencapai medula oblongata yang mengandung sel-sel yang sangat peka terhadap konsentrasi karbon dioksida dalam darah. Jika kandungan karbon dioksida ini naik di atas normal, medula oblongata menanggapinya dengan meningkatkan banyaknya impuls saraf dan laju impuls saraf yang mengontrol aksi otot-otot pernapasan (otot diafragma dan otot interkosta). Akibatnya ialah peningkatan pertukaran udara dalam paru-paru yang mengembalikan konsentrasi karbondioksida dalam alveolus dengan cepat dan kemudian mengembalikan konsentrasi karbon dioksida darah ke konsentrasi normal.


sumber : http://www.nafiun.com/2012/12/frekuensi-pernapasan-pada-manusia.html