Tampilkan postingan dengan label IPA BAB III. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPA BAB III. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Oktober 2017

Laporan Hasil Pengamatan

LAPORAN HASIL PENGAMATAN IPA
Struktur akar, batang, dan daun

Hasil gambar untuk LOGO SMPN 1 WONOSARI


Anggota kelompok 6 :
1.     Atika Nuri Cahyanti (04)
2.     Devani Angelicca Putri (06)
3.     Kholish Naufal Pamungkas (10)
4.     Leni Surya Andari (12)


TAHUN PELAJARAN 2017 / 2018
Pengamatan Struktur akar, batang, dan daun

Alat dan Bahan :
·         Mikroskop
·         Kaca preparat
·         Kaca Penutup
·         Pipet
·         Cutter
·         Air
·         Kecambah
·         Daun yang tebal

Langkah Kerja
1.      Siapkan semua alat dan bahan
2.      Potong bagian yang akan diamati dengan setipis mungkin
3.      Letakkan diatas kaca preparat
4.      Beri setetes air
5.      Tutup menggunakan kaca penutup dengan hati hati agar tidak ada gelembung
6.       Letakkan preparat dibawah lensa objektif
7.       Atur pencahayaan pada mikroskop
8.       Carilah bayangan benda pada preparat, dengan memutar makrometer
9.       Apabila telah terlihat bayangan benda tersebut, tunjukanlah pada bagian yang akan diamati, Perjelas dengan cara memutar mikrometer secara perlahan-lahan









Foto hasil pengamatan :
              
   Foto struktur daun                  foto struktur akar                 foto struktur batang
Foto kelompok :


Penjelasan tambahan

Mikroskop
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/c/c2/Compound_microscope_john_cuff_1750.jpg
Mikroskop Compound dibuat oleh John Cuff pada 1750
Mikroskop (bahasa Yunani: micros = kecil dan scopein = melihat) adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat secara kasat mata. Mikroskop merupakan alat bantu yang dapat ditemukan hampir diseluruh laboratorium untuk dapat mengamati organisme berukuran kecil (mikroskopis). Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskopi, dan kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh mata.
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/7a/2008Computex_DnI_Award_AnMo_Dino-Lite_Digital_Microscope.jpg/220px-2008Computex_DnI_Award_AnMo_Dino-Lite_Digital_Microscope.jpg
Mikroskop digital yang bisa tersambung dengan komputer
Jenis paling umum dari mikroskop, dan yang pertama diciptakan, adalah mikroskop optis. Mikroskop ini merupakan alat optik yang terdiri dari satu atau lebih lensa yang memproduksi gambar yang diperbesar dari sebuah benda yang ditaruh di bidang fokal dari lensa tersebut.
Berdasarkan sumber cahayanya, mikroskop dibagi menjadi dua, yaitu, mikroskop cahaya dan mikroskop elektron. Mikroskop cahaya sendiri dibagi lagi menjadi dua kelompok besar, yaitu berdasarkan kegiatan pengamatan dan kerumitan kegiatan pengamatan yang dilakukan. Berdasarkan kegiatan pengamatannya, mikroskop cahaya dibedakan menjadi mikroskop diseksi untuk mengamati bagian permukaan dan mikroskop monokuler dan binokuler untuk mengamati bagian dalam sel. Mikroskop monokuler merupakan mikroskop yang hanya memiliki 1 lensa okuler dan binokuler memiliki 2 lensa okuler. Berdasarkan kerumitan kegiatan pengamatan yang dilakukan, mikroskop dibagi menjadi 2 bagian, yaitu mikroskop sederhana (yang umumnya digunakan pelajar) dan mikroskop riset (mikroskop dark-field, fluoresens, fase kontras, Nomarski DIC, dan konfokal).
Struktur mikroskop
Ada dua bagian utama yang umumnya menyusun mikroskop, yaitu:
·         Bagian optik, yang terdiri dari lensa objektif dan lensa okuler.
·         Bagian non-optik, yang terdiri dari kaki dan lengan mikroskop, diafragma, meja objek/meja preparat, pemutar halus dan kasar, penjepit kaca objek (preparat),cermin, kondensor, dan sumber cahaya.
Pembesaran
Tujuan mikroskop cahaya dan elektron adalah menghasilkan bayangan dari benda yang dimikroskop lebih besar. Pembesaran ini tergantung pada berbagai faktor, diantaranya titik fokus kedua lensa( objektif f1 dan okuler f2, panjang tubulus atau jarak(t) lensa objektif terhadap lensa okuler dan yang ketiga adalah jarak pandang mata normal(sn). Rumus: 
Sifat bayangan
Baik lensa objektif maupun lensa okuler keduanya merupakan lensa cembung. Secara garis besar lensa objektif menghasilkan suatu bayangan sementara yang mempunyai sifat semu, terbalik, dan diperbesar terhadap posisi benda mula-mula, lalu yang menentukan sifat bayangan akhir selanjutnya adalah lensa okuler. Pada mikroskop cahaya, bayangan akhir mempunyai sifat yang sama seperti bayangan sementara, semu, terbalik, dan lebih lagi diperbesar. Pada mikroskop elektron bayangan akhir mempunyai sifat yang sama seperti gambar benda nyata, sejajar, dan diperbesar. Jika seseorang yang menggunakan mikroskop cahaya meletakkan huruf A di bawah mikroskop, maka yang ia lihat adalah huruf A yang terbalik dan diperbesar.
https://id.wikipedia.org

Struktur daun
1) Epidermis
Epidermis berupa satu lapis sel yang dindingnya mengalami penebalan dari zat kutin (kutikula) atau kadang dari lignin. Pada epidermis terdapat stomata (mulut daun) yang diapit oleh dua sel penutup. Stomata ada yang terletak di permukaan atas saja, misalnya pada tumbuhan yang daunnya terapung (pada daun teratai), ada yang di permukaan bawah saja, dan ada pula yang terdapat di kedua permukaan daun (atas dan bawah).
2) Mesofil (Jaringan dasar)
Mesofil terdiri dari sel-sel parenkim yang tersusun renggang dan banyak ruang antarsel. Pada kebanyakan daun tumbuhan dikotil, mesofil terdiferensiasi menjadi parenkim palisade (jaringan tiang) dan parenkim spons (jaringan bunga karang).
Sel-sel palisade bentuknya memanjang, mengandung banyak kloroplas, dan tersusun rapat. Parenkim spons bentuknya tidak teratur, bercabang, mengandung lebih sedikit kloroplas, dan tersusun renggang.
3) Berkas Pengangkut
Berkas pengangkut terdapat pada tulang daun yang berfungsi sebagai alat transpor dan sebagai penguat daun.
4) Jaringan Tambahan
Jaringan tambahan meliputi sel-sel khusus yang umumnya terdapat pada mesofil daun, misalnya sel-sel kristal dan kelenjar.
http://www.biologipedia.com

Struktur batang :
1. Epidermis, letaknya di bagian terluar batang. Jaringan ini berfungsi untuk melindungi bagian batang lebih dalam dan agar batang tidak kehilangan air terlampau banyak.
2. Korteks, letaknya di antara lapisan endodermis. Sel-sel kolenkim pada korteks fungsinya sebagai jaringan penunjang. Sedangkan sel-sel parenkim sebagai jaringan dasar, pengisi, dan penyimpan zat.
3. Stele, tersusun atas :
  • Perisikel, letaknya sebelah dalam lapisan endodermis dan menyelubungi berkas pembuluh batang. Fungsinya memberi kekuatan pada batang.
  • Berkas pembuluh, letaknya bagian dalam perisikel. Fungsinya untuk pengangkutan zat. Ada dua macam pembuluh yaitu xilem dan floem. Diantara dua pembuluh tersebut terdapat kambium. Xilem terletak dibagian dalam berkas pembuluh atau bagian dalam kambium. Fungsinya untuk menyalurkan air dan garam mineral dari akar ke daun.
  • Pembuluh floem terletak pada bagian luar berkas pembuluh atau bagian luar kambium. Fungsi pembuluh floem adalah untuk mengangkut zat makanan yang dibuat di daun menuju ke seluruh tubuh tumbuhan. Kambium terletak diantara berkas pembuluh xilem dan floem. Fungsi kambium adalah untuk membentuk jaringan xilem ke arah dalam dan ke arah luar membentuk jaringan floem
http://www.biologipedia.com

Struktur akar :
1) Epidermis
  • Tersusun oleh selapis sel, tersusun rapat, tanpa ruang antarsel, dinding luar terdapat kutikula yang berfungsi untuk melindungi batang dari kehilangan air yang terlalu besar. Pada tumbuhan kayu yang telah tua terdapat kambium gabus yang menggantikan fungsi jaringan primer.
  • Aktivitas kambium gabus adalah melakukan pertukaran gas melalui celah yang disebut lentisel. Derivat epidermis antara lain sel silika dan sel gabus, misalnya pada batang tanaman tebu.


2) Korteks
  • Tersusun oleh beberapa lapis sel parenkim yang tidak teratur dan berdinding tipis, banyak ruang antarsel.
  • Terdapat kolenkim dan sklerenkim yang berfungsi sebagai penyokong dan penguat tubuh.
  • Sel-sel korteks sebelah dalam yang mengandung amilum disebut floeterma (sarung tepung).
3) Stele (silinder pusat)
  • Lapisan terluar disebut perisikel.
  • Di dalamnya terdapat sel parenkim dan berkas pengangkut.
Secara umum, struktur akar dan batang tumbuhan sama, yaitu terdiri atas bagian-bagian epidermis, korteks, dan stele. Akan tetapi, secara anatomis struktur batang monokotil berbeda dengan batang dikotil. Berikut penjelasan singkat tentang struktur dan fungsi batang pada tumbuhan dikotil dan monokotil.
http://www.biologipedia.com

Minggu, 01 Oktober 2017

Teknologi Yang Terinspirasi Dari Jaringan Tumbuhan

Teknologi Yang Terinspirasi Dari Jaringan Tumbuhan

1.batang pohon yang kokoh berdiri memberikan inspirasi pada pembangung rumah.
2.Susunan batu rumah meniru jaringan batang.
batang-tembok
3.Tembok rumah agar kokoh diberi besi, hal ini merupakan pengaplikasian dari kambium pada pohon.
4. Chimera meniru bentuk fleksibel dari pohon bakau yang dijadikannya sebagai mode baru, dan untuk memperlihatkan keindahan gedung pencakar langit.
mode-gakuen-spiral-towers-nagoya-city-japan-2_dV4iu_114465. Teater Esplanade yang meniru bentuk buah durian
Esplanade – Theatres on the Bay Singapore6. Teknologi pembangkit listrik tenaga surya dibuat dengan meniru prinsip daun yang memanfaatkan energi matahari untuk menghasilkan energi kimia, sehingga dapat menjadi alternatif sumber energi yang sangat bermanfaat.
daun-selsurya
serta masih banyak lagi pemanfaatan struktur jaringan tumbuhan dalam teknologi.

Struktur Dan Fungsi Jaringan Tumbuhan

Struktur Dan Fungsi Jaringan Tumbuhan

1.      Jaringan Meristem

Jaringan meristem adalah jaringan yang selalu membelah. Jaringan meristem terdapat pada ujung batang dan akar sehingga sering disebut meristem apikal. Jaringan meristem merupakan jaringan yang tetap bersifat embrional, yaitu memiliki kemampuan untuk terus membelah diri. Sel-sel penyusunnya berdinding tipis, penuh dengan protoplasma, dan vakuola relatif kecil. Menurut asalnya, meristem dibedakan menjadi meristem primer, meristem sekunder dan promeristem.

Gambar : Jaringan Meristem
Sumber : www.Jokowarino.co.id

Ø  Meristem primer adalah jaringan meristem yang selselnya berkembang dari sel-sel embrional. Oleh karena itu, meristem primer merupakan lanjutan dari pertumbuhan embrio, misalnya, ujung akar, ujung batang, dan kuncup yang menyebabkan pertumbuhan primer.
Ø  Meristem sekunder adalah jaringan meristem yang berkembang dari jaringan dewasa yang telah terdiferensiasi, tetapi aktif membelah (bersifat meristematis), misalnya kambium yang menyebabkan pertumbuhan sekunder pada tumbuhan dikotil.
Ø  Promeristem adalah jaringan meristem yang telah ada ketika tumbuhan masih dalam tingkat embrio. Contohnya pada lembaga biji tumbuhan.


Sifat-sifat jaringan meristem adalah sebagai berikut:
  1. Terdiri atas sel-sel muda dalam fase pembelahan dan pertumbuhan.
  2. Biasanya tidak ditemukan adanya ruang antarsel di antara sel-selmeristem.
  3. Bentuk sel bulat, lonjong, atau poligonal dengan dinding sel yang tipis.
  4. Masing-masing sel kaya akan sitoplasma dan mengandung satu atau lebihdari satu inti sel.
  5. Vakuola sel sangat kecil atau mungkin tidak ada.


2.      Jaringan Dewasa

Jaringan dewasa adalah jaringan yang telah mengalami diferensiasi. Berdasarkan bentuk dan fungsinya. Jaringan dewasa merupakan jaringan yang tidak aktif membelah lagi, Namun pembelahan terjadi saat dibutuhkan seperti terdapat sel yang mati. Jaringan dewasa terbentuk dari proses diferensiasi sel-sel meristem, baik meristem primer maupun meristem sekunder. Jaringan dewasa dapat dibagi menjadi beberapa macam, yaitu jaringan parenkim, jaringan epidermis, jaringan penyokong (terdiri atas jaringan kolenkim dan jaringansklerenkim), dan jaringan pengangkut (terdiri atas xilem dan floem).

1. Jaringan Parenkim
Jaringan parenkim disebut juga sebagai jaringan dasar (ground tissue) karena hampir setiap bagian tumbuhan mempunyai jaringan ini. Parenkim terdapat pada akar, batang, daun, dan melingkupi jaringan lainnya, misalnya pada xilem dan floem.


Gambar Struktur Jaringan Parenkim dilihat di bawah mikroskop (Sumber : ucmp.berkeley.edu)
Ciri Ciri Jaringan Parenkim
a.      Jaringan parenkim mempunyai dinding sel tipis dan jika mengalami penebalan biasanya terdiri dari selulosa yang masih lentur.
b.      Dinding selnya jarang sekali mengandung lignin, kecuali organ yang telah tua.
c.      Dinding sel yang telah menebal umumnya mempunyai plasmodesmata yang dapat membantu kelancaran pertukaran zat.
d.      Jaringan parenkim mempunyai sel-sel yang masih hidup.
e.      Di bagian tengah ruang selnya terdapat sentra vakuola besar berisi zat-zat makanan cadangan.
f.       Dalam protoplasma biasanya terdapat plastida baik leukoplas, kloroplas, maupun kromoplas.
g.      Di antara sel-sel parenkim, terdapat ruang antarsel (intercellular spaces) yang berperan dalam pertukaran atau peredaran gas-gas.
h.      Kebanyakan sel parenkim berbentuk segi banyak (polihedral).
Fungsi jaringan parenkim, selain sebagai jaringan dasar, jaringan parenkim juga berfungsi untuk sebagai jaringan penghasil dan penyimpan cadangan makanan. Parenkim penghasil makanan adalah parenkim yang digunakan sebagai tempat fotosintesis, misalnya pada mesofil daun. Hasil-hasil fotosintesis akan disimpan dalam parenkim.
Parenkim batang dan akar pada beberapa tumbuhan berfungsi untuk menyimpan pati sebagai cadangan makanan, misalnya pada ubi jalar (Ipomea batatas). Selain itu, epidermis juga berfungsi sebagai penyokong tubuh apabila vakuolanya berisi air, seperti pada tumbuhan lunak (bayam). Macam-macam jaringan parenkimterdapat berbagai macam jaringan parenkim. Berdasarkan fungsinya, jaringan parenkim dibedakan menjadi 5 macam antara lain adalah :
·        Parenkim Asimilasi. Parenkim asimilasi terdiri dari sel-sel yang mengandung banyak plastida kloroplas sehingga disebut juga klorenkim, misalnya pada daun. Parenkim ini bermanfaat bagi berlangsungnya fotosintesis (sintesis karbohidrat).
·        Parenkim Makanan. Parenkim makanan mengandung plastida amiloplas yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan makanan cadangan, misalnya pada akar, umbi, umbi lapis, dan akar rimpang.
·        Parenkim Air. Parenkim air digunakan sebagai jaringan penyimpan air, di mana air ini terikat dalam vakuola dari selselnya secara aktif, misalnya pada batang yang bersifat succulent (mampu menyimpan air dalam jaringan sehingga tampak berdaging) seperti pada tumbuhan kaktus.
·        Parenkim Udara. Parenkim udara mempunyai ruang-ruang antarsel yang cukup besar dan di dalamnya terdapat udara, misalnya pada alat pengapung tumbuhan dan tangkai daun Canna sp.
·        Parenkim Pengangkut. Parenkim pengangkut terdiri atas sel-sel memanjang dengan letak menurut arah pengangkutan, misalnya pada xilem dan floem. Sekian penjelasan singkat tentang jaringan parenkim pada tumbuhan, semoga bermanfaat.

2. Jaringan Dermal
Jaringan dermal adalah lapisan pelindung terluar tumbuhan. Pada tumbuhan berkayu, sistem jaringan ini biasanya merupakan jaringan tunggal yang disebut epidermis(Campbell,2008:319). Epidermis menutupi permukaan organ daun, batang, dan akar muda. Pada akar dan daun, permukaan epidermis ditutupi zat kimia (kutikula) yang berfungsi untuk mengurangi penguapan tanaman. Pada dinding sel epidermis tidak terjadi fotosintesis, karena tidak memiliki kloroplas, dan susunan antarselnya cukup rapat. Pada organ tumbuhan tertentu, epidermis dapat mengalami modifikasi. Contohnya pada akar memiliki modifikasi berupa tonjolan keluar yang disebut rambut akar, pada bunga mawar, modifikasi berupa duri atau spina dan stomata.

Gambar : Modifikasi Jaringan Epidermis
Sumber : www.softilmu.com

Jaringan epidermis dalam tumbuhan dapat mengalami modifikasi.  Berikut ini macam – macam modifikasi bentuk epidermis.

                              1.      Stomata
Merupakan derivat epidermis yang berfungsi sebagai jalan masuknya O2 dan CO2 dari udara , Sebagai jalan penguapan (transpirasi), Sebagai jalan pernafasan (respirasi)


Gambar : Stomata
Sumber : www. biologiunnes.blogspot.co.id

2.      Trikoma
Trikoma adalah alat tambahan pada epidermis yang berupa tonjolan/rambut


Gambar : Trikoma
Sumber : www. biologiunnes.blogspot.co.id

3.      Sel Kipas / Bulliform Cell
Sel Kipas merupakan sel yang berfungsi dalam proses pembukaan gulungan daun dalam tunas dan untuk mengurangi penguapan yang berlebihan.


Gambar : Sel Kipas / Bulliform Cell
Sumber : www. biologiunnes.blogspot.co.id


4.          Sel silika dan sel gabus
Fungsi sel silika dan sel gabus yang berfungsi untuk memperkuat batang dan kulit batang menjadi keras. 

5.      Litokis
Litokis merupakan derivat epidermis yang terdapat di dalam mesofil daun. 

a.     Ciri-Ciri Jaringan Epidermis
1)     Memiliki susunan sel rapat tanpa disertai ruang antarsel
2)     Terdiri dari sel-sel hidup
3)     Dinding sel yang beragam dengan bergantung posisi dan jenis tumbuhan
4)     Memiliki protoplasma hidup yang mengandung kristal garam, getah, kristal silikat, dan minyak.
5)     Memiliki vakuola yang berukuran besar yang dapat berisi antosianin
6)     Tidak berkloroplas, kecuali pada sel penutup, pada hidrofit, dan tumbuhan dibawah naungan
7)     Mengalami modifikasi dengan membentuk derivat jaringan epidermis seperti stomata, vilamen, trikomata (rambut-rambut), sel kersik (sel silika), spina (duri), sel kipas. 
b.      Fungsi-Fungsi Jaringan Epidermis
1)     Melindungi sel – sel bagian dalamnya
2)     Membatasi penguapan
3)     Penyerapan dan penyimpan air
4)     Penyokong mekanik

3.       Jaringan Penyokong 

Gambar : Jaringan Kolenkim dan Sklerenkim 

Jaringan penguat pada tumbuhan ini umumnya terdiri dari sel-sel berdinding tebal serta mengandung lignin dan zat-zat lainnya. Zat-zat tersebut memberi sifat keras pada dinding selnya. Berdasarkan bentuk dan sifatnya, jaringan penguat pada tumbuhan dibagi atas jaringan kolenkim dan jaringan sklerenkim.
a.       Jaringan Kolenkim
Pengertian jaringan kolenkim adalah jaringan homogen yang tersusun atas sel-sel kolenkim. Fungsi jaringan kolenkim adalah untuk penguat utama organ-organ tumbuhan yang masih aktif mengadakan pertumbuhan dan perkembangan. Letak jaringan kolenkim pada umumnya berada di bawah epidermis batang, tangkai daun, tangkai bunga, dan ibu tulang daun. Kolenkim jarang terdapat pada akar.

Ciri ciri jaringan kolenkim adalah : Sel kolenkim biasanya memanjang sejajar dengan pusat organ tempat kolenkim itu terdapat. Dinding sel kolenkim tidak mengandung lignin, tetapi mengandung selulosa, pektin, dan hemiselulosa. Adakalanya dalam sel kolenkim terdapat kloroplas sehingga juga berfungsi dalam fotosintesis. Sel-sel kolenkim biasanya mengalami penebalan setempat pada dinding selnya. Macam-macam Jaringan Kolenkim berdasarkan letak dan bentuk penebalan, kolenkim dibedakan menjadi empat macam yaitu :
·        Kolenkim Angular. Kolenkim angular (sudut) mengalami penebalan pada bagian-bagian sudutnya. Contoh jaringan kolenkim ini sering ditemukan pada dedaunan, memberi mereka tekstur bergelombang. Anda bisa mempelajari secara khusus dalam daun tanaman seledri.
·        Kolenkim Lamellar atau Tangensial. Kolenkim lamellar (papan) mengalami penebalan pada dinding-dinding sel yang tangensial saja. Kolenkim ini memiliki dinding sel yang tebal hanya ketika mereka sejajar dengan permukaan struktur di mana mereka ditemukan. Penebalan ini memungkinkan untuk kekuatan yang lebih besar dan dukungan untuk lapisan luar struktur tanaman, apakah itu sebuah batang atau daun.
·        Kolenkim Annular adalah jenis yang paling langka. Contoh jaringan kolenkim bisa diamati pada daun tanaman wortel. Hal ini ditandai dengan dinding sel merata menebal dan diyakini murni untuk dukungan dan struktur di segala arah, dengan tidak ada satu sisi dinding yang lebih tebal.
·        Kolenkim Lacunate atau Lakunar. Kolenkim Lacunate (lakuna) mengalami penebalan pada permukaan ruang antarsel. Jaringan kolenkim Lakunar dikenal karena memiliki banyak ruang antar antara sel-sel. Ini cocok bersama-sama seperti matriks dan mengisi ruang dalam bagian tanaman yang lain akan kosong dan rentan runtuh. Anda dapat menganggap itu sebagai kerangka bangunan atau perancah yang untuk dukungan tambahan di tempat-tempat yang akan lemah.
b.  Jaringan Sklerenkim
Pengertian jaringan sklerenkim adalah jaringan penguat, tetapi hanya terdapat pada jaringan tumbuhan yang tidak lagi mengadakan pertumbuhan dan perkembangan. Ciri ciri jaringan sklerenkim adalah jaringan ini terdiri atas sel-sel mati. Dinding selnya sangat tebal dan kuat karena mengandung lignin (komponen utama kayu). Dinding selnya mengalami penebalan primer dan penebalan sekunder oleh zat lignin.
Fungsi jaringan sklerenkim adalah menguatkan bagian tumbuhan yang sudah dewasa. Sklerenkim juga berfungsi untuk melindungi bagian-bagian lunak yang berada di bagian lebih dalam misalnya pada kulit biji jarak, tempurung kelapa, dan buah kenari.Macam-macam jaringan sklerenkim berdasarkan bentuknya, sklerenkim dibagi menjadi dua macam, yaitu serabut sklerenkim yang berbentuk seperti benang panjang, dan sklereid (sel batu). Contoh jaringan sklerenkim sklereid terdapat pada berkas pengangkut, di antara sel-sel parenkim, korteks batang, tangkai daun, akar, buah, dan biji.
Persamaan Dan Perbedaan Jaringan Kolenkim Dan Sklerenkim, persamaan jaringan kolenkim dan sklerenkim yaitu keduanya sama-sama berfungsi untuk :
·     Menguatkan tegaknya batang dan daun
·     Melindungi biji atau embrio
·     Memperkuat jaringan parenkim yang menyimpan udara
·     Melindungi berkas pengangkut
·     Sama-sama terjadi penebalan.
       Sedangkan perbedaan jaringan kolenkim dan sklerenkim adalah :
·        Kolenkim berfungsi untuk menunjang organ muda sedangkan sklerenkim untuk menunjang organ tumbuhan yang telah dewasa.
·        Sel kolenkim memanjang ke arah poros panjang organ tempatnya berada dan ditandai oleh adanya sel primer yang berdinding tebal sedangkan pada sklerenkim memiliki dinding sel yang tebal, berlignin dan protoplasmanya mati.
·        Letak Kolenkim Lebih tepi dibanding sklerenkim, dibawah epidermis.
·        Letak sklerenkim Lebih dalam dibandingkan kolenkim, dapat berada di tepi atau agak dalam pada organ.
·        Sifat jaringan kolenkim: primer, hidup.
·        Sifat jaringan sklerenkim: primer, dewasa, mati.
·        Fungsi kolenkim : Penguat organ yang masih mengalami perkembangan (muda).
·        Fungsi sklerenkim : Pelindung organ muda dan tua.

4.   Jaringan Vaskular
                              Jaringan vaskular merupakan jaringan pembuluh yang diedakan menjadi dua tipe yaitu xilem dan foem. Fungsi dari jaringan vaskular atau jaringan pembuluh ini adalah melaksanakan transpor material jarak jauh antara sistem akar dan sistem tunas (Campbell,2008:320). Kedua tipe jaringan vaskular xilem dan floem.
a.     Xilem

Gambar : Jaringan Xilem
Sumber : www.softilmu.com


Xilem memiliki fungsi pokok yaitu  menyalurkan air dan mineral yang berasal dari tanah melalui akar ke daun. Elemen xilem tersusun dari unsur pembuluh, serabut xilem, dan parenkima xilem. Unsur pembuluh pada xilem ada dua, yaitu pembuluh kayu (trakea) dan trakeid. Trakea dan trakeid merupakan sel mati, tidak memiliki sitoplasma dan hanya tersisa dinding selnya. Sel-sel tersebut bersambungan sehingga membentuk pembuluh kapiler yang berfungsi sebagai pengangkut air dan mineral. Oleh karena pembuluh yang membentuk berkas, maka dikatakan sebagai berkas pembuluh. Diameter xilem bervariasi tergantung pada spesies tumbuhan.

b.     Floem

 Gambar : Jaringan Floem
Sumber : Kimbal 1994 diunduh dari www.softilmu.com

Floem adalah jaringan pengangkut pada tumbuhan yang memiliki fungsi mengangkut dan menghantarkan zat-zat makanan hasil fotosintesis dan daun ke bagian tumbuhan yang lain. Floem tersusun dari berbagai macam bentuk sel-sel yang bersifat hidup dan mati. Unsur-unsur floem terdiri atas unsur tapis, sel albumin, parenkim floem, sel pengiring dan serat-serat floem. Floem tersusun dari sel – sel berikut ini.
1)     Bulu tapis, berbentuk tabung dengan ujung yang berlubang.
2)     Sel pengiring, berbentuk silinder dengan plasma yang dekat.
3)     Serabut floem, berbentuk panjang dengan ujung berimpit dan dindingnya tebal.


 sumber :materisainssmp.blogspot.com