Minggu, 01 Oktober 2017

Struktur Dan Fungsi Jaringan Tumbuhan

Struktur Dan Fungsi Jaringan Tumbuhan

1.      Jaringan Meristem

Jaringan meristem adalah jaringan yang selalu membelah. Jaringan meristem terdapat pada ujung batang dan akar sehingga sering disebut meristem apikal. Jaringan meristem merupakan jaringan yang tetap bersifat embrional, yaitu memiliki kemampuan untuk terus membelah diri. Sel-sel penyusunnya berdinding tipis, penuh dengan protoplasma, dan vakuola relatif kecil. Menurut asalnya, meristem dibedakan menjadi meristem primer, meristem sekunder dan promeristem.

Gambar : Jaringan Meristem
Sumber : www.Jokowarino.co.id

Ø  Meristem primer adalah jaringan meristem yang selselnya berkembang dari sel-sel embrional. Oleh karena itu, meristem primer merupakan lanjutan dari pertumbuhan embrio, misalnya, ujung akar, ujung batang, dan kuncup yang menyebabkan pertumbuhan primer.
Ø  Meristem sekunder adalah jaringan meristem yang berkembang dari jaringan dewasa yang telah terdiferensiasi, tetapi aktif membelah (bersifat meristematis), misalnya kambium yang menyebabkan pertumbuhan sekunder pada tumbuhan dikotil.
Ø  Promeristem adalah jaringan meristem yang telah ada ketika tumbuhan masih dalam tingkat embrio. Contohnya pada lembaga biji tumbuhan.


Sifat-sifat jaringan meristem adalah sebagai berikut:
  1. Terdiri atas sel-sel muda dalam fase pembelahan dan pertumbuhan.
  2. Biasanya tidak ditemukan adanya ruang antarsel di antara sel-selmeristem.
  3. Bentuk sel bulat, lonjong, atau poligonal dengan dinding sel yang tipis.
  4. Masing-masing sel kaya akan sitoplasma dan mengandung satu atau lebihdari satu inti sel.
  5. Vakuola sel sangat kecil atau mungkin tidak ada.


2.      Jaringan Dewasa

Jaringan dewasa adalah jaringan yang telah mengalami diferensiasi. Berdasarkan bentuk dan fungsinyaJaringan dewasa merupakan jaringan yang tidak aktif membelah lagi, Namun pembelahan terjadi saat dibutuhkan seperti terdapat sel yang mati. Jaringan dewasa terbentuk dari proses diferensiasi sel-sel meristem, baik meristem primer maupun meristem sekunder. Jaringan dewasa dapat dibagi menjadi beberapa macam, yaitu jaringan parenkim, jaringan epidermis, jaringan penyokong (terdiri atas jaringan kolenkim dan jaringansklerenkim), dan jaringan pengangkut (terdiri atas xilem dan floem).

1. Jaringan Parenkim
Jaringan parenkim disebut juga sebagai jaringan dasar (ground tissue) karena hampir setiap bagian tumbuhan mempunyai jaringan ini. Parenkim terdapat pada akar, batang, daun, dan melingkupi jaringan lainnya, misalnya pada xilem dan floem.


Gambar Struktur Jaringan Parenkim dilihat di bawah mikroskop (Sumber : ucmp.berkeley.edu)
Ciri Ciri Jaringan Parenkim
a.      Jaringan parenkim mempunyai dinding sel tipis dan jika mengalami penebalan biasanya terdiri dari selulosa yang masih lentur.
b.      Dinding selnya jarang sekali mengandung lignin, kecuali organ yang telah tua.
c.      Dinding sel yang telah menebal umumnya mempunyai plasmodesmata yang dapat membantu kelancaran pertukaran zat.
d.      Jaringan parenkim mempunyai sel-sel yang masih hidup.
e.      Di bagian tengah ruang selnya terdapat sentra vakuola besar berisi zat-zat makanan cadangan.
f.       Dalam protoplasma biasanya terdapat plastida baik leukoplas, kloroplas, maupun kromoplas.
g.      Di antara sel-sel parenkim, terdapat ruang antarsel (intercellular spaces) yang berperan dalam pertukaran atau peredaran gas-gas.
h.      Kebanyakan sel parenkim berbentuk segi banyak (polihedral).
Fungsi jaringan parenkim, selain sebagai jaringan dasar, jaringan parenkim juga berfungsi untuk sebagai jaringan penghasil dan penyimpan cadangan makanan. Parenkim penghasil makanan adalah parenkim yang digunakan sebagai tempat fotosintesis, misalnya pada mesofil daun. Hasil-hasil fotosintesis akan disimpan dalam parenkim.
Parenkim batang dan akar pada beberapa tumbuhan berfungsi untuk menyimpan pati sebagai cadangan makanan, misalnya pada ubi jalar (Ipomea batatas). Selain itu, epidermis juga berfungsi sebagai penyokong tubuh apabila vakuolanya berisi air, seperti pada tumbuhan lunak (bayam). Macam-macam jaringan parenkimterdapat berbagai macam jaringan parenkim. Berdasarkan fungsinya, jaringan parenkim dibedakan menjadi 5 macam antara lain adalah :
·        Parenkim Asimilasi. Parenkim asimilasi terdiri dari sel-sel yang mengandung banyak plastida kloroplas sehingga disebut juga klorenkim, misalnya pada daun. Parenkim ini bermanfaat bagi berlangsungnya fotosintesis (sintesis karbohidrat).
·        Parenkim Makanan. Parenkim makanan mengandung plastida amiloplas yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan makanan cadangan, misalnya pada akar, umbi, umbi lapis, dan akar rimpang.
·        Parenkim Air. Parenkim air digunakan sebagai jaringan penyimpan air, di mana air ini terikat dalam vakuola dari selselnya secara aktif, misalnya pada batang yang bersifat succulent (mampu menyimpan air dalam jaringan sehingga tampak berdaging) seperti pada tumbuhan kaktus.
·        Parenkim Udara. Parenkim udara mempunyai ruang-ruang antarsel yang cukup besar dan di dalamnya terdapat udara, misalnya pada alat pengapung tumbuhan dan tangkai daun Canna sp.
·        Parenkim Pengangkut. Parenkim pengangkut terdiri atas sel-sel memanjang dengan letak menurut arah pengangkutan, misalnya pada xilem dan floem. Sekian penjelasan singkat tentang jaringan parenkim pada tumbuhan, semoga bermanfaat.

2. Jaringan Dermal
Jaringan dermal adalah lapisan pelindung terluar tumbuhan. Pada tumbuhan berkayu, sistem jaringan ini biasanya merupakan jaringan tunggal yang disebut epidermis(Campbell,2008:319). Epidermis menutupi permukaan organ daun, batang, dan akar muda. Pada akar dan daun, permukaan epidermis ditutupi zat kimia (kutikula) yang berfungsi untuk mengurangi penguapan tanaman. Pada dinding sel epidermis tidak terjadi fotosintesis, karena tidak memiliki kloroplas, dan susunan antarselnya cukup rapat. Pada organ tumbuhan tertentu, epidermis dapat mengalami modifikasi. Contohnya pada akar memiliki modifikasi berupa tonjolan keluar yang disebut rambut akar, pada bunga mawar, modifikasi berupa duri atau spina dan stomata.

Gambar : Modifikasi Jaringan Epidermis
Sumber : www.softilmu.com

Jaringan epidermis dalam tumbuhan dapat mengalami modifikasi.  Berikut ini macam – macam modifikasi bentuk epidermis.

                              1.      Stomata
Merupakan derivat epidermis yang berfungsi sebagai jalan masuknya O2 dan CO2 dari udara , Sebagai jalan penguapan (transpirasi), Sebagai jalan pernafasan (respirasi)


Gambar : Stomata
Sumber : www. biologiunnes.blogspot.co.id

2.      Trikoma
Trikoma adalah alat tambahan pada epidermis yang berupa tonjolan/rambut


Gambar : Trikoma
Sumber : www. biologiunnes.blogspot.co.id

3.      Sel Kipas / Bulliform Cell
Sel Kipas merupakan sel yang berfungsi dalam proses pembukaan gulungan daun dalam tunas dan untuk mengurangi penguapan yang berlebihan.


Gambar : Sel Kipas / Bulliform Cell
Sumber : www. biologiunnes.blogspot.co.id


4.          Sel silika dan sel gabus
Fungsi sel silika dan sel gabus yang berfungsi untuk memperkuat batang dan kulit batang menjadi keras. 

5.      Litokis
Litokis merupakan derivat epidermis yang terdapat di dalam mesofil daun. 

a.     Ciri-Ciri Jaringan Epidermis
1)     Memiliki susunan sel rapat tanpa disertai ruang antarsel
2)     Terdiri dari sel-sel hidup
3)     Dinding sel yang beragam dengan bergantung posisi dan jenis tumbuhan
4)     Memiliki protoplasma hidup yang mengandung kristal garam, getah, kristal silikat, dan minyak.
5)     Memiliki vakuola yang berukuran besar yang dapat berisi antosianin
6)     Tidak berkloroplas, kecuali pada sel penutup, pada hidrofit, dan tumbuhan dibawah naungan
7)     Mengalami modifikasi dengan membentuk derivat jaringan epidermis seperti stomata, vilamen, trikomata (rambut-rambut), sel kersik (sel silika), spina (duri), sel kipas. 
b.      Fungsi-Fungsi Jaringan Epidermis
1)     Melindungi sel – sel bagian dalamnya
2)     Membatasi penguapan
3)     Penyerapan dan penyimpan air
4)     Penyokong mekanik

3.       Jaringan Penyokong 

Gambar : Jaringan Kolenkim dan Sklerenkim 

Jaringan penguat pada tumbuhan ini umumnya terdiri dari sel-sel berdinding tebal serta mengandung lignin dan zat-zat lainnya. Zat-zat tersebut memberi sifat keras pada dinding selnya. Berdasarkan bentuk dan sifatnya, jaringan penguat pada tumbuhan dibagi atas jaringan kolenkim dan jaringan sklerenkim.
a.       Jaringan Kolenkim
Pengertian jaringan kolenkim adalah jaringan homogen yang tersusun atas sel-sel kolenkim. Fungsi jaringan kolenkim adalah untuk penguat utama organ-organ tumbuhan yang masih aktif mengadakan pertumbuhan dan perkembangan. Letak jaringan kolenkim pada umumnya berada di bawah epidermis batang, tangkai daun, tangkai bunga, dan ibu tulang daun. Kolenkim jarang terdapat pada akar.

Ciri ciri jaringan kolenkim adalah : Sel kolenkim biasanya memanjang sejajar dengan pusat organ tempat kolenkim itu terdapat. Dinding sel kolenkim tidak mengandung lignin, tetapi mengandung selulosa, pektin, dan hemiselulosa. Adakalanya dalam sel kolenkim terdapat kloroplas sehingga juga berfungsi dalam fotosintesis. Sel-sel kolenkim biasanya mengalami penebalan setempat pada dinding selnya. Macam-macam Jaringan Kolenkim berdasarkan letak dan bentuk penebalan, kolenkim dibedakan menjadi empat macam yaitu :
·        Kolenkim Angular. Kolenkim angular (sudut) mengalami penebalan pada bagian-bagian sudutnya. Contoh jaringan kolenkim ini sering ditemukan pada dedaunan, memberi mereka tekstur bergelombang. Anda bisa mempelajari secara khusus dalam daun tanaman seledri.
·        Kolenkim Lamellar atau Tangensial. Kolenkim lamellar (papan) mengalami penebalan pada dinding-dinding sel yang tangensial saja. Kolenkim ini memiliki dinding sel yang tebal hanya ketika mereka sejajar dengan permukaan struktur di mana mereka ditemukan. Penebalan ini memungkinkan untuk kekuatan yang lebih besar dan dukungan untuk lapisan luar struktur tanaman, apakah itu sebuah batang atau daun.
·        Kolenkim Annular adalah jenis yang paling langka. Contoh jaringan kolenkim bisa diamati pada daun tanaman wortel. Hal ini ditandai dengan dinding sel merata menebal dan diyakini murni untuk dukungan dan struktur di segala arah, dengan tidak ada satu sisi dinding yang lebih tebal.
·        Kolenkim Lacunate atau Lakunar. Kolenkim Lacunate (lakuna) mengalami penebalan pada permukaan ruang antarsel. Jaringan kolenkim Lakunar dikenal karena memiliki banyak ruang antar antara sel-sel. Ini cocok bersama-sama seperti matriks dan mengisi ruang dalam bagian tanaman yang lain akan kosong dan rentan runtuh. Anda dapat menganggap itu sebagai kerangka bangunan atau perancah yang untuk dukungan tambahan di tempat-tempat yang akan lemah.
b.  Jaringan Sklerenkim
Pengertian jaringan sklerenkim adalah jaringan penguat, tetapi hanya terdapat pada jaringan tumbuhan yang tidak lagi mengadakan pertumbuhan dan perkembangan. Ciri ciri jaringan sklerenkim adalah jaringan ini terdiri atas sel-sel mati. Dinding selnya sangat tebal dan kuat karena mengandung lignin (komponen utama kayu). Dinding selnya mengalami penebalan primer dan penebalan sekunder oleh zat lignin.
Fungsi jaringan sklerenkim adalah menguatkan bagian tumbuhan yang sudah dewasa. Sklerenkim juga berfungsi untuk melindungi bagian-bagian lunak yang berada di bagian lebih dalam misalnya pada kulit biji jarak, tempurung kelapa, dan buah kenari.Macam-macam jaringan sklerenkim berdasarkan bentuknya, sklerenkim dibagi menjadi dua macam, yaitu serabut sklerenkim yang berbentuk seperti benang panjang, dan sklereid (sel batu). Contoh jaringan sklerenkim sklereid terdapat pada berkas pengangkut, di antara sel-sel parenkim, korteks batang, tangkai daun, akar, buah, dan biji.
Persamaan Dan Perbedaan Jaringan Kolenkim Dan Sklerenkim, persamaan jaringan kolenkim dan sklerenkim yaitu keduanya sama-sama berfungsi untuk :
·     Menguatkan tegaknya batang dan daun
·     Melindungi biji atau embrio
·     Memperkuat jaringan parenkim yang menyimpan udara
·     Melindungi berkas pengangkut
·     Sama-sama terjadi penebalan.
       Sedangkan perbedaan jaringan kolenkim dan sklerenkim adalah :
·        Kolenkim berfungsi untuk menunjang organ muda sedangkan sklerenkim untuk menunjang organ tumbuhan yang telah dewasa.
·        Sel kolenkim memanjang ke arah poros panjang organ tempatnya berada dan ditandai oleh adanya sel primer yang berdinding tebal sedangkan pada sklerenkim memiliki dinding sel yang tebal, berlignin dan protoplasmanya mati.
·        Letak Kolenkim Lebih tepi dibanding sklerenkim, dibawah epidermis.
·        Letak sklerenkim Lebih dalam dibandingkan kolenkim, dapat berada di tepi atau agak dalam pada organ.
·        Sifat jaringan kolenkim: primer, hidup.
·        Sifat jaringan sklerenkim: primer, dewasa, mati.
·        Fungsi kolenkim : Penguat organ yang masih mengalami perkembangan (muda).
·        Fungsi sklerenkim : Pelindung organ muda dan tua.

4.   Jaringan Vaskular
                              Jaringan vaskular merupakan jaringan pembuluh yang diedakan menjadi dua tipe yaitu xilem dan foem. Fungsi dari jaringan vaskular atau jaringan pembuluh ini adalah melaksanakan transpor material jarak jauh antara sistem akar dan sistem tunas (Campbell,2008:320). Kedua tipe jaringan vaskular xilem dan floem.
a.     Xilem

Gambar : Jaringan Xilem
Sumber : www.softilmu.com


Xilem memiliki fungsi pokok yaitu  menyalurkan air dan mineral yang berasal dari tanah melalui akar ke daun. Elemen xilem tersusun dari unsur pembuluh, serabut xilem, dan parenkima xilem. Unsur pembuluh pada xilem ada dua, yaitu pembuluh kayu (trakea) dan trakeid. Trakea dan trakeid merupakan sel mati, tidak memiliki sitoplasma dan hanya tersisa dinding selnya. Sel-sel tersebut bersambungan sehingga membentuk pembuluh kapiler yang berfungsi sebagai pengangkut air dan mineral. Oleh karena pembuluh yang membentuk berkas, maka dikatakan sebagai berkas pembuluh. Diameter xilem bervariasi tergantung pada spesies tumbuhan.

b.     Floem

 Gambar : Jaringan Floem
Sumber : Kimbal 1994 diunduh dari www.softilmu.com

Floem adalah jaringan pengangkut pada tumbuhan yang memiliki fungsi mengangkut dan menghantarkan zat-zat makanan hasil fotosintesis dan daun ke bagian tumbuhan yang lain. Floem tersusun dari berbagai macam bentuk sel-sel yang bersifat hidup dan mati. Unsur-unsur floem terdiri atas unsur tapis, sel albumin, parenkim floem, sel pengiring dan serat-serat floem. Floem tersusun dari sel – sel berikut ini.
1)     Bulu tapis, berbentuk tabung dengan ujung yang berlubang.
2)     Sel pengiring, berbentuk silinder dengan plasma yang dekat.
3)     Serabut floem, berbentuk panjang dengan ujung berimpit dan dindingnya tebal.


 sumber :materisainssmp.blogspot.com

Struktur Dan Fungsi Buah Dan Biji

Struktur Dan Fungsi Buah Dan Biji

BUAH
preview_html_b6cd301Struktur Morpologi Buah
1)   Monokotil : Keras, licin, bulat, dan mempunyai warna hijau & kuning. Contoh, buah kelapa.
2)   Dikotil : Tidak keras, licin, lonjong, dan mempunyai warna hijau & kuning. Contoh, buah mangga.
Struktur Anatomi Buah
1)    Monokotil : Epikarp, mesocarp, dan endokarp.
2)    Dikotil : Epikarp, mesocarp, dan endokarp.
n
  • Pada umumnya buah berkembang dari bagian alat kelamin betina (putik) yang disebut bakal buah yang mengandung bakal biji. Buah yang lengkap tersusun atas biji, daging buah, dan kulit buah. Kulit buah yang masih mudah belum mengalami pemisahan jaringan. Setelah masak, kulit buah ada yang dapat dibedakan menjadi tiga lapisan, yaitu epikarpmesokarp, dan endokarp.
1)    Epikarp merupakan lapisan luar yang keras dan tidak tembus air, misalnya buah kelapa.
2)    Mesokarp merupakan lapisan yang tebal dan berserabut, misalnya bersabut (kelapa), berdaging (mangga dan pepaya).
3)    Endokarp merupakan lapisan paling dalam yang tersusun atas lapisan sel yang sangat keras dan tebal, misalnya tempurung (kelapa), berupa selaput tipis (rambutan).
  • Tahukah kamu bagaimana cara buah membantu pemencaran tumbuhan ?
  • Banyak buah yang bergizi, berwarna menarik, atau berbau harum. Tujuannya adalah untuk menarik perhatian burung dan mamalia untuk memakan buahnya. Bijinya yang keras tidak ikut tercerna dan akan keluar bersama feses (kotoran). Jika biji yang keluar bersama kotoran tersebut jatuh di tempat yang sesuai, biji akan tumbuh dan berkembang menjadi individual yang baru. Jadi, selain berfungsi menyimpan cadangan makanan, buah juga berfungsi membantu pemencaran/penyebaran tumbuhan.

BIJI
BIJI ANGIOSPERMAEStruktur Morpologi Biji
1)    Monokotil : Kecil, licin, dan berkeping satu.
2)    Dikotil : Kecil, licin, dan berkeping dua.
Struktur Anatomi Biji
1)    Monokotil : Seed coat, endosperm, cotyledon, epicotyl, and radicle.
2)    Dikotil : Seed coat, cotyledon, epicotyl, and hypocotil.
struktur-biji-monokotil
  • Biji merupakan bagian tumbuhan yang terbentuk dari hasil pembuahan (fertilisasi) yang terletak di dalam bakal buah. Di dalam bakal buah terdapat bakal biji. Di dalam bakal biji terdapat embrio yang merupakan calon individu.
  • Setiap embrio di dalam bakal biji terdiri atas akar lembaga, daun lembaga, dan batang lembaga.
1)    Akar lembaga (radikula), merupakan calon akar.
2)    Daun lembaga (kotiledon), merupakan daun pertama pada tumbuhan. Berfungsi sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis sebelum daun sebenarnya terbentuk. Bagian ini juga berfungsi untuk menimbun makanan
3)    Batang lembaga, dibedakan menjadi ruas batang di atas daun lembaga dan ruas batang di bawah daun lembaga. Daun lembaga dan batang lembaga sering juga disebut plumula (puncak lembaga)
  • Pada Angiospermae, bakal biji terbungkus oleh daun buah, sedangkan pada Gymnospermae tidak.
  • Biji berfungsi sebagai penyimpan cadangan makanan dan alat pemencar tumbuhan. Pemencar biji dapat terjadi dengan bantuan angin, air, kelelawar, dan manusia.
1)    Angin, contoh : kapuk
2)    Air, contoh : kelapa
3)    Kelelawar, contoh : sawo kecik
4)    Manusia contoh : kina dan berbagai jenis tumbuhan yang bernila ekonomi.

fungsi

a.buah

Fungsi buah di antaranya adalah melindungi dan membantu dalam proses penyebaran biji, sehingga tumbuh jauh dari induknya. 
Contohnya buah beringin mempunyai biji yang kecil-kecil di dalamnya yang sulit dicerna, kemudian ada burung yang memakan buah beringin tersebut. Biji tersebut kemudian dibawa terbang jauh dari pohon beringin.

Meskipun telah dicerna di dalam perut burung, biji yang keras itu tidak hancur, sehingga pada saat dia mengeluarkan kotoran, biji tersebut ikut keluar dan tumbuh di tempat yang jauh dari induknya.

b.biji

Biji merupakan alat perkembangbiakan yang khas untuk tumbuh-tumbuhan berbiji.

  1. Pada beberapa tumbuhan gymnospermae (pinus dan cemara) biji-bijinya dihasilkan pada permukaan sisik. Biji-bijinya berkumpul dalam kelompok-kelompok yang disebut tunjung. 
  2. Pada tumbuhan Angiospermae (tumbuhan berbunga) biji dihasilkan dalam bangun pengurung yang dikenal sebagai buah. Pada saat buah matang, buah pecah atau merekah terbuka, sehingga membebaskan biji-biji yang terkurung tersebut. 

Bagian-bagian Biji
Gambar: Bagian-bagian Biji

Setelah salah satu di antara biji-biji tersebut bersemi, lembaganya tumbuh menjadi sebatang tumbuhan baru. Biji dapat tumbuh dengan mengambil cadangan makanan yang tersimpan di dalam endosperm atau kotiledon. Biji tersusun atas kulit biji, keping biji, dan embrio.
sumber:http://www.pustakapedia.net & https://nayundasemli.wordpress.com

Struktur Dan Fungsi Bunga

Struktur Dan Fungsi Bunga



Struktur bunga

Bunga menjadi bagian dari tumbuhan. Bagian ini memiliki struktur dan fungsi tersendiri. Berikut ini penjelasan struktur dan fungsi bunga. 
Berdasarkan kelengkapan bagian bunga, yaitu perhiasan bunga dan alat kelamin bunga dibedakan menjadi bunga lengkap dan bunga tidak lengkap.
1. Bunga lengkap
Bunga lengkap
Bunga lengkap memiliki bagian-bagian dan fungsi sebagai berikut :
Bagian-bagian bunga dan fungsinya
a. Tangkai bunga
Tangkai bunga merupakan bagian bunga yang berada pada bagian bawah bunga. Tangkai bunga berfungsi sebagai penopang dan penghubung antara tangkai bunga dengan ranting.

b. Dasar bunga
Dasar bunga berada pada bunga bagian bawah yaitu di atas tangkai bunga. Dasar bunga berfungsi sebagai tempat melekatnya mahkota bunga.

c. Kelopak Bunga
Kelopak bunga merupakan bagian bunga paling luar yang menyelimuti mahkota ketika masih kuncup. Fungsi dari kelopak bunga adalah melindungi mahkota bunga ketika masih kuncup dan akan terbuka jika mahkota mekar. Kelopak bunga biasanya warna dan bentuknya menyerupai daun.

d. Mahkota bunga
Mahkota bunga merupakan bagian bunga yang paling indah dan berwarna-warni. Mahkota bunga sering disebut dengan perhiasan bunga. Keindahan mahkota bunga sangat menarik bagi serangga untuk hinggap dan membantu proses penyerbukan.

e Benang Sari
Benang sari merupakan alat kelamin jantan sebagai alat perkembangbiakan bunga yang terdiri dari tangkai sari, kepala sari dan serbuk sari. Benang sari biasanya terletak di tengah-tengah mahkota bunga.

f. Putik
Putik merupakan alat kelamin betina. Ujung putik disebutb kepala putik. Bagian putik yang panjang disebut tangkai putik. Bakal buah terdapat pada bagian bawah putik. Bakal biji terdapat dia dalam buah yang mempunyai dua inti, yaitu sel telur dan calon lembaga.

2. Bunga tidak lengkap
Bunga tidak lengkap
Bunga disebut bunga tidak lengkap jika tidak memiliki salah satu atau beberapa bagian bunga baik perhiasan maupun alat kelamin bunga. 

Berdasarkan kelengkapan alat kelaminnya, bunga dibedakan menjadi dua yaitu bunga sempurna dan bunga tidak sempurna.
a. Bunga Sempurna
Bunga sempurna
Bunga disebut bunga sempurna jika mempunyai dua macam alat kelamin, yaitu benang sari dan putik.

b. Bunga Tidak Sempurna
Bunga tidak sempurna
Bunga disebut bunga tidak sempurna jika hanya mempunyai satu macam alat kelamin yaitu benang sari saja atau hanya putik saja. 

Fungsi bunga


Fungsi bunga yang utama adalah sebagai alat perkembangbiakan generatif. Perkembangbiakan generatif merupakan perkembangbiakan yang didahului pembuahan. Pada tumbuhan berbunga , pembuahan yang terjadi didahului dengan penyerbukan. Penyerbukan adalah peristiwa jatuhnya serbuk sari ke kepala putik.

Penyerbukan pada tumbuhan dibantu oleh serangga. Hasil pembuahan adalah terbentuknya bakal biji yang akan tumbuh menjadi biji, sedangkan bakal buah akan menjadi buah. Dari biji itulah yang ditanam sehingga tumbuh menjadi tanaman besar dan berbunga lagi
sumber : http://www.juraganles.com